Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga), terbukti memberi kontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Terutama di masa pandemi Covid-19, toga semakin dibutuhkan karena produk-produk olahan toga berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Manfaat itu yang menjadi motivasi para kader untuk bersemangat dalam mengembangkan produk Asman Toga. Untuk itu, agar tanaman toga semakin dikenal dan bermanfaat, Pemkab Lamongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Festival Asman sekaligus Lomba Kreasi Berbahan Dasar Toga yang dibuka langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi di Pendopo Lokatantra, Rabu (9/11/2022).

Berbagai kreasi olahan tanaman keluarga ditampilkan masing-masing peserta yang berjumlah 32 kelompok Asman. Mulai kudapan, minuman maupun kreasi lainnya yang berbahan toga.

Kepala Dinkes Lamongan, dr Taufik Hidayat mengungkapkan, dari 30.000 jenis tanaman obat di Indonesia, baru 300 species yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Ini menjadi tantangan bagi para kader Asmandi Lamongan agar semakin jeli menggali potensi toga yang kaya manfaat dan tumbuh liar di lingkungan sekitar.

“Festival Asman digelar sebagai sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Lomba Kreasi Berbahan Dasar Toga diharapkan dapat menggali potensi kelompok-kelompok Asman dalam mengolah toga menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi,” ungkap Taufik.

Pemkab Lamongan memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan kelompok Asman. Sejak tahun 2017 telah dibentuk 140 kelompok Asman dengan jumlah kader 839 orang yang tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan semua Puskesmas telah memiliki fasilitator Asman yang terlatih.

“Setiap tahun digelar lomba Asman untuk menggali kreativitas para kader dalam memajukan kelompoknya, ” tambahnya.

Lomba tersebut dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Kelompok Asman Kabupaten Lamongan menjadi yang terdepan di Jawa Timur. Pada tahun 2019 Kelompok Asman “Gema Kamar Canda” Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah meraih Juara 2 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pada Tahun 2021 Kelompok Asman “Bunga Matahari” Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur. ” Dan pada 2022 Kelompok Asman “Anggrek” Desa Lembor, Kecamatan Brondong meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Melihat berbagai kreatifitas kelompok Asman tersebut, Bupati Yuhronur mengapresiasi atas upaya dinkes dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai inovasi olahan toga. “Menjadi salah satu kegiatan yang terus kita apresiasi, bahwa dinkes membuat festival ini sekaligus melombakan dan mengenalkan inovasi toga di setiap puskesmas,” kata Yuhronur.

Ia.melihat sendiri berbagai hasil kreasi kelompok Asman yang mampu mengolah bahan baku toga. Banyak inovasi mulai dari sirup jahe, daun kelor, ada juga yang dibuat kue maupun jajanan yang semuanya bersumber dari tiga. “Sangat kreatif dan inovatif dan perlu kita apresiasi sehingga membuat masyarakat lebih mandiri dalam meningkatkan derajat kesehatan,” puji Kaji Yes, sapaan Yuhronur.

Tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, olahan toga juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian keluarga. “Ibu-ibu juga bisa memanfaatkan tanaman obat untuk dibuat produk yang bisa dijual dan tentu ini akan mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” terangnya.

Sekadar diketahui, kriteria penilaian festival Asman meliputi, kreatifitas produk, porsi bahan toga, nilai gizi, cita rasa makanan, kebersihan, penampilan dan inovasi. Sedangkan tim penilai diambil dari ahli gizi, tim penggerak PKK dan Dinas Kesehatan yang menentukan juara 1, 2 dan 3. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.