Desember 4, 2022

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Para pelukis dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul menggelar pameran karya-karya mereka di Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) yang berlangsung di Jatim Expo Surabaya mulai Jumat (18/11/2022).

Para pelukis itu datang dari berbagai daerah seperti Lampung, Banten, DKI, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Bali, NTB dan Kalimantan Selatan.

Pelukis yang berpartisipasi lebih dari 220 orang.

Sementara, pameran yang menampilkan lebih dari 3.000 karya akan digelar selama 10 hari, dan terdapat 136 booth/stan yang dibangun panitia Sanggar Merah Putih.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bakal membuka acara ini, sebab PSLI memang digelar untuk memeriahkan HUT ke 77 Provinsi Jatim.

“Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menaruh perhatian besar pada penyelenggaraan PSLI. Banyak pelukis dari daerah lain yang terus terang menyatakan iri, mengapa pemerintah daerah mereka tidak menaruh perhatian kepada perkembangan seni lukis khususnya, sebagaimana yang dilakukan Pemprov Jatim. Saya tidak mengada-ada, tanyakan sendiri nanti kepada mereka. Justru karena penilaian mereka itulah salah satu alasan yang mendorong kami untuk tetap menggelar PSLI tiap tahun, ” kata M. Anis, Ketua Sanggar Merah sebagai penyelenggara PSLI sejak 2008 ini.

Anis menambahkan peserta ada yang mengatasnamakan sekolah atau kelompok, seperti mahasiswa STKW dan SMAN Driyorejo Gresik yang memajang karya para siswanya.

Pengurus AAI (Autism Awareness Indonesia) DPD Jatim juga mengambil stan untuk menampilkan karya anak-anak berkebutuhan khusus yang mereka asuh.

“Saya yakin para pelukis peserta PSLI akan dengan senang hati membantu mereka berkarya,” tambah M Anis.

Yang menarik, lanjutnya, diantara yang meramaikan PSLI tahun ini adalah kehadiran karya-karya Pak SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Keenam RI.

“Karya-karya Pak SBY hadir di tengah-tengah karya peserta lainnya, tidak di tempat istimewa, tetapi memang dengan bentuk stan berbeda yang dibangun dan dirancang sendiri oleh tim beliau. Lebih menariknya, sebagaimana karya peserta-peserta lainnya, karya-karya Pak SBY itu juga dijual. Jadi siapa saja silakan kalau berminat mengoleksi karya Pak SBY,” jelas M Anis.

Selain seni lukis, juga ada sejumlah acara lain seperti diskusi seni rupa, sarasehan, pelatihan, melukis bersama, serta serta penampilan grup band dari Surabaya.

Selain itu, beberapa penyair dari berbagai daerah di Jatim juga akan membacakan puisi-puisi karya mereka.

Senin, 21 November 2022 juga akan diakan diskusi yang penting untuk para pelukis karena temanya Perlindungan Hukum Hak Cipta pada Pelukis dengan menghadirkan Junarlis (Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Kemenkum HAM), Yovita Arie Mengesti dan Lindawati Putri Widharta (keduanya dari Universitas 17 Agustus), dengan moderator Agung Tato Suryanto dari STKW.

Dengan berbagai acara ini, PSLI juga semakin memperkuat posisinya sebagai tempat pertemuan para pelukis, kolektor, galeri, dan masyarakat pecinta seni.

PSLI, bukan hanya tempat bertransaksi, tetapi juga ajang silaturahmi, rekreasi dan edukasi. (*)


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.