Desember 4, 2022

Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menuduh bahwa musuh politiknya yakni, Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi dan Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim, memiliki perjanjian rahasia untuk membentuk pemerintah federal setelah pemilihan umum 19 November 2022 nanti.
 
Tuduhan itu telah dibantah sebagai umpan merah oleh Zahid dan Datuk Seri Anwar, dengan keduanya mengatakan itu adalah upaya Tun Dr Mahathir untuk mendapatkan suara untuk aliansi barunya Gerakan Tanah Air (GTA).
 
Dilansir dari The Straits Times, Senin, 7 November 2022 bahwa Dr Mahathir akan membela kursi parlemen Langkawi dan mengklaim pada Minggu bahwa Zahid berencana untuk mendukung Anwar sebagai perdana menteri. Anwar akan memastikan Zahid bebas dari puluhan tuduhan korupsi.


Anwar telah mengincar jabatan perdana menteri selama lebih dari dua dekade sejak ia dipecat sebagai wakil perdana menteri oleh Perdana Menteri Mahathir pada tahun 1998.
 
“Zahid takut dia akan masuk penjara. Jadi, jika Anwar (menjadi perdana menteri) dia bisa menjamin Presiden UMNO akan dibebaskan dari tuduhan. Saya yakin mereka akan bekerja sama, dan kita tahu bahwa Anwar dan Zahid telah bertemu (dalam hal ini),” Dr Mahathir mengatakan kepada wartawan pada Senin, 7 November 2022.
 
Baik koalisi GTA Dr Mahathir di mana Parti Pejuang Tanah Airnya menjadi anggota dan koalisi Perikatan Nasional, yang dipelopori oleh mantan perdana menteri lainnya. Tan Sri Muhyiddin Yassin, telah menggunakan pakta rahasia yang diduga sebagai alat kampanye utama dalam pemilihan saat ini.
 
Pada akhir 2020, Anwar mengklaim telah mendapatkan mayoritas yang kuat, meyakinkan, dan bersikukuh untuk membentuk pemerintahan baru dan bahwa pemerintahan Muhyiddin saat itu telah runtuh seolah-olah berdasarkan deklarasi oleh Zahid dan mantan perdana menteri Najib Razak bahwa UMNO akan mendukung tawaran pemimpin oposisi untuk jabatan perdana menteri.
 
Tapi tidak ada yang terwujud, bahkan setelah Anwar mendapatkan audiensi kerajaan pada 13 Oktober. Sebagai tanggapan, Anwar pada Minggu menuntut Dr Mahathir menunjukkan bukti untuk mendukung klaimnya. Dalam menggali mantan bosnya, Anwar mengatakan Dr Mahathir hanya terobsesi untuk menghalangi dia menjadi perdana menteri dan memimpin negara.
 
“Pada hari saya menjadi perdana menteri, Mahathir akan demam,” katanya pada rapat umum di Penang.
 
Zahid, sementara itu, meremehkan dan menyebut Dr Mahathir sebagai Bapak Pengalihan.
 “Dia tidak bisa lagi mengandalkan merknya untuk koalisi barunya, dan bahwa penolakan terhadap Dr Mahathir terjadi tidak hanya di Langkawi, tetapi secara nasional. Oleh karena itu, pengalihan isu menjadi prioritas utama bagi mereka (GTA),” ujarnya. (Mustafidhotul Ummah)
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

(FJR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.