November 26, 2022

Teheran: Pengadilan Iran mengatakan, telah menjatuhkan hukuman mati kepada tiga orang karena terlibat dalam aksi kekerasan dalam demonstrasi memprotes kematian Mahsa Amini.
 
Sebanyak lima orang sekarang menghadapi eksekusi karena berpartisipasi dalam demonstrasi antirezim yang meluas.
 
“Semua individu telah didakwa dengan tuduhan keamanan nasional yang serius seperti perang melawan Tuhan, atau dituduh menyerang anggota pasukan keamanan bersenjata berat Republik Islam,” ujar media Iran, IRNA.


Melansir dari The Straits Times, Rabu, 16 November 2022 bahwa PBB dan kelompok hak asasi telah mendesak Iran untuk menghentikan dakwaan yang melibatkan hukuman mati dan membebaskan semua pengunjuk rasa damai.
 
Setidaknya 342 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan 15.000 orang telah ditangkap karena mengambil bagian dalam protes yang dipicu oleh kematian 16 September dalam tahanan polisi ,Mahsa Amini. Amini adalah seorang wanita Kurdi-Iran berusia 22 tahun yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian.
 
Pernyataan pengadilan datang ketika demonstrasi dan pemogokan membengkak di kota-kota di seluruh Iran untuk hari kedua, didorong oleh seruan untuk memperingati tiga tahun protes bahan bakar November 2019 dimana ratusan orang tewas.
 
Setidaknya sembilan orang termasuk personel keamanan dilaporkan tewas semalam di Iran dan para pejabat mengumumkan gelombang penangkapan baru. Penguasa Iran dan aparat keamanan berada di bawah tekanan yang meningkat secara domestik dan diplomatis saat mereka menghadapi pemberontakan rakyat terbesar sejak revolusi 1979.
 
Kecaman internasional yang luas atas tanggapan kekerasan mereka terhadap protes dan dukungan mereka untuk perang Rusia di Ukraina telah mendorong serangkaian sanksi baru dari AS, Kanada, Uni Eropa, dan Inggris.
 
Pejabat Iran mengumumkan serentetan penangkapan lainnya pada hari Rabu, mengklaim banyak dari mereka yang ditahan memiliki hubungan dengan Negara Islam di Irak dan Suriah atau dinas intelijen Perancis. Kantor Berita Republik Islam yang dikelola negara melaporkan bahwa 110 pengunjuk rasa ditangkap di provinsi Fars pada hari Selasa, dan dua orang di provinsi tenggara Sistan, Baluchestan ditahan karena dicurigai sebagai “teroris bersenjata”.
 
IRNA melaporkan bahwa dua orang ditangkap di daerah Saravan di provinsi Sistan-Baluchestan tenggara karena dicurigai sebagai teroris bersenjata, sementara jumlah orang yang ditahan di kota Urmia di barat laut atas tuduhan separatisme mencapai 100 orang. (Mustafidhotul Ummah)
 

(FJR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.