Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Penetapan kawasan strategis nasional (KSN) Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertasusila) mendapat sambutan positif dari Pemkab Lamongan. Dengan KSN itu, maka wilayah Lamongan menjadi bagian terintegrasi yang patut memberi dukungan kebijakan perekonomian maupun infrastruktur prasarana dasar.

Salah satu perencanaan pada KSN itu adalah merombak wajah perkotaan Lamongan yang sekarang sudah mengalami perkembangan ekonomi yang begitu cepat.

“Setidaknya itu dibuktikan dengan semakin pesatnya pertumbuhan sektor industri dan jasa di sekitaran pusat kota, ” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRK-CK) Kabupaten Lamongan Edy Yunan Achmadi, Kamis (10/11/2022).

Dikatakan Yunan, banyak potensi yang dimiliki kawasan perkotaan Lamongan, di antaranya masih adanya lahan kosong yang relatif luas, adanya kawasan strategis sosial budaya, mulai terlihatnya trend bisnis properti dalam bentuk pembangunan perumahan formal.

Juga ada peluang sebagai kota pelayanan jasa transportasi karena posisi Lamongan yang terletak di jalur utama regional Provinsi Jawa Timur.

“Ada juga rencana identitas kawasan, jadi ada kawasan pergudangan dan industri non polutan, kawasan pengembangan permukiman kota, kawasan pusat kota, kawasan perkantoran, juga kawasan perumahan. Tidak hanya itu, kami juga merencanakan konsep tata kualitas lingkungan sebagai penyeimbang, serta konsep sirkulasi dan jalur penghubung,” papar Yunan.

Penataan wajah perkotaan Lamongan ini direncanakan akan dimulai pada 2023. Penataan wajah kota yang direncanakan ini antara lain rehabilitasi Tugu Adipura, pemasangan lampu ornamen di tugu batas, pembangunan rest area di depan kawasan PT BMI Lamongan, hingga pengembangan hutan kota maupun taman Kadet Suwoko.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi turut mendukung rencana penataan wajah perkotaan sebagai perwujudan pencitraan identitas Kota Soto itu. Yuhronur juga meminta agar hal tersebut benar-benar direncanakan secara baik dan terperinci, agar ada output yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tentu saya berharap ini dapat benar-benar terlaksana meski pengerjaannya secara bertahap sesuai kemampuan yang kita miliki, terkait keuangan misalnya,” ujar bupati yang disapa Kaji Yes itu.

“Dan saya meminta ini direncanakan secara terperinci, masterplan-nya juga disiapkan, agar tidak hanya angan-angan. Sehingga rencana penataan bisa benar-benar berwujud dan dirasakan manfaatnya,” tambahnya. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.