November 26, 2022

SURYA.CO.ID, BLITAR – Wilayah Selatan Kabupaten Blitar, terutama di jalur menuju Malang belum berhenti membawa korban truk-truk yang terguling. Tidak terhitung sudah berapa ratus kali, kali ini dialami truk gandeng dengan bermuatan tebu 40 ton, yang ambruk di jalan Dusun Darungan, Desa/Kecamatan Selorejo, Kamis (17/11/2022) siang.

Sopir truk nopol AG 8548 UH itu, Muanan (40), warga Desa Blimbing, Kecamatan Nggurah, Kabupaten Kediri, selamat atau tidak terluka namun kecelakaan itu membuat gandengan truk terlepas. Sedangkan badan truk bagian depan terguling ke tepi jalan.

Bak belakangnya hanya lepas dengan sambungan bak depan, namun menyebabkan kemacetan. Sebab, gandengan itu berdiri di jalan raya sehingga semua kendaraan bermotor apalagi mobil, yang melintas dari arah Barat atau Kota Blitar tidak bisa melintas.

“Memang demikian. Namun arus lalu lintas tetap terkendali meski agak tersendat. Caranya harus melaju bergantian, karena yang lajur dari arah Blitar terhalang bodi gandengan,” ujar AKP Eko Sujokko, Kapolsek Selorejo.

Menurut Eko, belum diketahui penyebab tergulingnya truk gandeng itu. Namun truk bermuatan tebu 40 ton itu melaju dari Kecamatan Keras, untuk diikirim ke pabrik gula (PG) Kebonagung di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Blitar.

Saat melintas di jalan yang menikung ke arah kiri, truk itu mengalami kecelakaan. Dugaannya, sopirnya panik karena saat menikung itu, muncul mobil boks dari arah depannya. Mobil boks itu bak menantang laju truk meski melaju dari jalur berbeda namun membuat sopir truk kaget.

“Informasinya seperti itu, sehingga kami perkirakan sopirnya cepat-cepat membanting kemudinya ke kiri, agar tidak terjadi tabrakan dengan mobil yang dari arah depannya,” terang Eko.

Namun mungkin sopir terlalu keras membanting haluannya ke kiri, sehingga membuat bodi depannya terpelanting. Begitu terpelanting, gandengan truk terlepas sehingga membuat bagian depan terguling ke tepi jalan.

“Tak bisa dibayangkan kalau sampai terguling ke kanan. Bukan hanya bodinya yang menutup jalan, namun muatannya tebu sebanyak itu kalau sampai tumpah bisa menutup penuh jalan,” paparnya.

Begitu truk itu terguling, warga langsung dengan tanggap menyelamatkan sopirnya, yang terjebak dalam kemudi. Mereka ramai-ramai naik ke atas kabin untuk membuka pintu kanan, yang berubah posisi di atas.

Begitu berhasil membuka pintu, warga buru-buru menyelamatkan sopirnya dengan ditarik tangannya. Sebab, posisinya sudah bergeser, bukan lagi duduk di bangku kemudinya melainkan dalam keadaan terjepit di bawah atau di kursi sebelah kiri.

“Sampai kini pukul 17.00 WIB, petugas masih mengatur arus dengan dilakukan buka tutup meski kehujanan. Sebab bodi truk itu tidak bisa digeser kalau tidak memindahkan muatannya ke truk lain,” pungkasnya. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.