Desember 5, 2022


Sedari kecil, kita dianjurkan untuk rajin menyisihkan sebagian uang dengan cara menabung. Berapapun jumlah uang yang ditabung, yang penting tetap konsisten dan disiplin. Tujuan dari menabung sendiri dalah untuk memenuhi kebutuhan finansial di masa mendatang. Selain itu juga bisa digunakan untuk keperluan yang sifatnya sangat mendesak. 

Namun belakangan, ada cara lain yang sedang populer, terutama di kalangan millennial, yakni investasi. Era digital seperti sekarang ini, banyak anak-anak muda yang tertarik untuk mengelola keuangan dengan cara melakukan investasi, mulai dari investasi properti, emas, reksadana, saham dan lain sebagainya.

Bahkan investasi sudah menjadi sebuah kebutuhan sekaligus gaya hidup bagi para milenial. Apalagi saat ini banyak sekali aplikasi keuangan digital yang bisa digunakan untuk mengelola keuangan sekaligus investasi, sehingga berinvestasi menjadi lebih mudah dan praktis.

Nah, sekarang muncul sebuah pertanyaan. Antara menabung dan investasi, kira-kira manakah yang terbaik?

1. LIKUIDITAS

Menabung; uangnya lebih mudah dicairkan

Dari segi likuiditas, tabungan lebih mudah dicairkan atau diambil kapan saja. Apalagi saat ini setiap produk tabungan telah dilengkapi dengan fasilitas kartu debit (ATM), sehingga bisa diambil kapan saja dan dari mana saja. Kemudahan ini, sebenarnya membuat kita jadi lebih mudah untuk mengambil uang yang ditabung. 

Apalagi saat ini, sebagian besar bank telah meluncurkan produk mobile banking. Urusan mengelola tabungan di bank akan semakin mudah dan prakits. Cukup dilakukan lewat ponsel saja, nasabah sudah bisa bertransaksi kapan saja, di mana saja.

Investasi, lebih sulit dicairkan

Kita bisa menentukan investasi sesuai dengan kebutuhan, mulai dari investasi jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Namun pada umumnya, yang namanya investasi biasanya untuk jangka menengah hingga jangka panjang. Maka dari itu investasi dianggap lebih sulit untuk dicairkan.

Kalaupun bisa dicairkan, membutuhkan proses yang tidak sebentar. Contohnya saja investasi dalam bentuk properti. Kita membutuhkan waktu untuk menjual rumah tersebut. Kita juga perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjual rumah.

2. LABA

Menabung; keuntungannya kecil

Banyak orang sepakat jika keuntungan (bunga) atau laba yang didapatkan dari hasil menabung cenderung kecil. Apalagi jika tabungannya sedikit. Hal ini yang membuat orang cenderung lebih memilih berinvestasi dibandingkan menabung.

Namun lain lagi ceritanya jika kamu punya uang di tabungan yang cukup banyak, maka keuntungannya juga besar. Jadi, semakin banyak nominal tabunganmu di bank, maka semakin besar juga labanya. Pertumbuhan suku bunganya juga cenderung bertahap.

Investasi, lebih menguntungkan

Keuntungan hasil investasi cenderung lebih bervariasi, tergantung dari jenis investasi yang kamu lakukan. Makanya tidak heran jika saat ini investasi jauh lebih diminati dibanding menabung, karena prosesnya lebih mudah dan hasilnya jauh lebih menguntungkan dibanding menabung.

Investasi juga menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi. Pertumbuhan atau penambahan nilai aset investasi yang jauh lebih cepat, bahkan dalam satu tahun nilainya bisa berlipat ganda. Kamu juga akan tetap untung meski dilanda masalah ekonomi, seperti pandemi Corona misalnya.

3. RISIKO

Menabung; uangnya tersimpan dengan aman

Banyak orang menabung di bank dengan alasan keamanan. Apalagi saat ini setiap bank telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih. Proses pendaftarannya pun harus melewati berbagai verifikasi, mulai dari identitas, nomor ponsel, password, kode OTP hingga email.

Sangat jarang sekali terjadi kasus uang tabungan hilang di bank. Kalaupun ada, mungkin bisa saja kesalahan sistem atau human error. Namun hal ini bisa diatasi dengan komunikasi yang baik antara nasabah dengan pihak bank.

Investasi; rawan hilang

Berinvestasi bukan tanpa risiko. Maka dari itu, sebelum berinvestasi, ketahui terlebih dulu apa saja keuntungan dan risikonya masing-masing. Risiko pada investasi bisa terjadi pada jenis investasi apapun. Risiko yang akan kamu alami adalah imbal hasil atau keuntungan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Semakin besar keuntungan investasi, maka risikonya juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika keuntungan investasi kecil, biasanya risikonya juga rendah. Misalnya saja jika investasi saham, maka risikonya kamu akan mengalami capital loss (harga jual lebih rendah daripada harga beli).

4. JENIS

Menabung; media untuk menabung mulai dari bank, celengan ayam hingga di bawah kasur

Sejak zaman nenek moyang dulu, banyak orang menyimpan uang dengan cara tradisional, misalnya menabung di celengan ayam atau menyimpannya di bawah kasur. Kebiasaan ini tentu berisiko uang hilang dicuri atau uang tercecer, sehingga cara ini perlahan mulai ditinggalkan.

Cara yang paling aman dan modern adalah dengan menyimpan uang di bank. Apalagi saat ini semakin banyak kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan oleh bank. Dengan begitu, orang-orang bisa memilih pelayanan bank berdasarkan kebutuhan.

Investasi; reksadana, saham dan lainnya

Berbeda dengan menabung, kamu bisa memilih beragam jenis instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya saja investasi saham, reksadana, obligasi, properti dan emas. Agar kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar, kamu perlu cermat memahami peluang dan risiko dalam berinvestasi.

Investasi bisa juga disesuaikan dengan passion. Misalnya kamu lebih suka bermain di zona aman, maka investasi emas atau logam mulia bisa jadi solusi. Atau bisa juga memilih reksadana. Jika kamu senang berhitung dengan peluang dan siap mengambil risiko, maka berinvestasi saham adalah solusi yang pas.

5. MANFAAT

Menabung; lebih disiplin mengelola keuangan

Kebiasaan menabung membuat kamu jadi lebih disiplin dalam mengelola keuangan sehari-hari. Selain itu juga bisa menyusun rencana keuangan untuk masa depan. Dengan menabung, kamu jadi lebih mudah untuk mengatur kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Menabung bisa menyelematkanmu di saat kamu membutuhkan dana yang mendesak. Kamu tidak perlu bingung lagi mencari dana saat kamu kepepet. Dengan menabung, kamu bisa terhindar dari berutang, menyiapkan dana darurat dan lebih siap menghadapi kebutuhan di masa mendatang.

Investasi; kebutuhan jangka panjang

Jika menabung bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak (jangka pendek), maka investasi bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang. Perlu kamu ketahui, pada dasarnya, investasi fokus pada pengembangan nilai aset, bukan pada pengendapan dana.

Manfaat investasi yang perlu kamu ketahui di antaranya adalah bisa mengubah gaya hidup jadi lebih berhemat dan mampu memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Contoh investasi yang bermanfaat untuk masa depan adalah dana pensiun.

Baik menabung atau investasi, keduanya sama-sama menguntungkan. Hanya prosesnya saja yang berbeda. Jika menabung cenderung untuk investasi jangka pendek. Sementara investasi lebih ke pengelolaan dana jangka panjang. 

Nah sekarang kamu tinggal pilih saja, lebih tertarik untuk menabung atau investasi. Atau kamu mau pilih keduanya pun tidak masalah. Itu malah jauh lebih baik, agar bisa menjaga kondisi finansial tetap stabil untuk hari ini dan masa depan nanti.

Semoga bermanfaat.

Artikel ini bersumber dari www.akubisnis.com.