Desember 6, 2022

Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani (gymnos) yang artinya telanjang dan (spermae) yang berarti biji. Dapat disimpulkan gymnospermae yakni suatu tumbuhan yang bijinya tidak mempunyai pembungkus dan oleh karena itu bijinya akan tampak dari luar.
 
Beberapa spesies gymnospermae memiliki kemampuan menggugurkan daunnya pada saat musim gugur agar bisa mempertahankan diri dari kekeringan. Tumbuhan berbiji sendiri dibagi dalam tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
 
Gymnospermae mempunyai keunikan yakni alat reproduksinya yang mempunyai bentuk strobilus seperti yang terdapat pada tumbuhan paku-pakuan. Dan dia tidak mempunyai bunga serta memiliki sistemasi buah tunggal.


Dedaunan pada gymnospermae mempunyai bentuk beragam, keras, hijau, dengan bundel transportasi tidak bercabang atau berbentuk garpu. Tanaman biji terbuka tidaklah memiliki kelopak atau mahkota, sehingga tidak ada bunga asli.
 

 

Ciri-ciri Gymnospermae

Tanaman jenis Gymnospermae memiliki ciri-ciri khusus untuk diidentifikasi, dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ciri-ciri tanaman Gymnospermae:

  1. Mempunyai xilem dan floem yang berfungsi sebagai berkas pengangkut. Namun, xilem dalam tumbuhan gymnospermae tidak memiliki pembuluh kayu, tetapi hanya trakeid. Trakeid ini berfungsi untuk menunjang. 
  2. Floem pada tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki sel pengiring. 
  3. Bakal biji atau ovarium tidak dilindungi oleh daun buah. 
  4. Batang dan akar mengandung kambium yang bisa membuat tanaman tumbuh besar. 
  5. Memiliki batang, akar, serta daun sejati, tetapi tidak memiliki bunga sejati. 
  6. Akar jenis akar tunggang.
  7. Daun tebal, kaku, serta sempit. 
  8. Tulang pada daun tidak beragam.
  9. Alat berkembang biak atau kelamin terpisah, yaitu ovum berada di strobilus betina dan serbuk sari berada di dalam strobilus jantan. 
  10. Biji yang dihasilkan berupa bunga atau runjung. 
  11. Semua biji mengandung bakal dari tanaman yang bisa tumbuh menjadi tanaman dewasa. 
  12. Proses perkembangbiakan dimulai ketika sperma menuju ke sel telur lewat tabung serbuk sari. 
  13. Memiliki jaringan pembuluh yang rumit untuk mengangkut bahan makanan dan air. 
  14. Memiliki klorofil yang digunakan untuk fotosintesis.
  15. Bentuk batang tegak lurus dan memiliki cabang. 
  16. Mayoritas daun tidak lebar.

Contoh tumbuhan Gymnospermae:

1. Pinus

Contoh pertama dari tumbuhan gymnospermae adalah pinus yang banyak ditemui di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah dataran tinggi. Pinus memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah menghasilkan getah yang bisa diolah sebagai bahan dasar sabun, cat, sampai parfum. 

2. Cemara

Contoh tumbuhan gymnospermae selanjutnya yaitu cemara yang juga kerap ditemui di wilayah-wilayah dingin seperti gunung, tetapi beberapa jenis cemara seperti cemara kipas dapat ditemui di wilayah lembab seperti rawa-rawa. 

3. Pakis Haji

Contoh tumbuhan gymnospermae berikutnya adalah pakis haji yang termasuk ke dalam jenis tumbuhan paku ini biasa dimanfaatkan sebagai tanaman hias di rumah. 

4. Pohon Damar

Pohon Damar juga bisa menghasilkan getah yang bisa dimanfaatkan. Pohon damar ini cenderung memiliki batang yang lebar hingga mencapai 1 meter. 

5. Zamia

Tanaman zamia ini biasa ditemui sebagai tanaman hias di rumah-rumah. Tanaman ini terbilang langka dan membutuhkan ketelatenan ketika memeliharanya. Tanaman ini dapat tumbuh pada cuaca yang panas, tetapi membutuhkan air agar bisa tetap hidup. 

6. Ginkgo Biloba

Ginkgo Biloba ini juga dikenal dengan sebutan pohon rambut gadis. Tanaman ginkgo biloba ini terkenal menjadi salah satu suplemen herbal.
 
 

(WAN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.