Desember 6, 2022


Salah satu instrumen trading yang populer dan cukup diminati di kalangan para trader saat ini adalah bisnis forex (foreign exchange). Investasi yang sedang naik daun ini menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Tidak heran, jika trading forex semakin diminati dari hari ke hari.

Meski begitu, tidak sedikit orang yang kurang tertarik untuk mencoba trading forex tersebut. Alasannya karena pada prosesnya dinilai mengandung riba, sehingga banyak orang yang ragu dan mengurungkan niatnya untuk terjun ke bisnis forex. Terutama bagi sebagian masyarakat Muslim di Indonesia yang ingin menghindari riba dan bunga.

Untuk memenuhi kebutuhan trader Muslim dalam berinvestasi trading forex, saat ini telah dikembangkan metode bisnis forex dengan basis syariah. Seiring berjalannya waktu, metode tersebut telah berkembang cukup pesat dan tidak sedikit broker yang menawarkan jasa trading forex berbasis syariah.

Namun, sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi trading forex, ada baiknya mengenali lebih jauh apa itu forex syariah, bagaimana cara kerjanya dan apa saja keuntungannya.

Mengenal Lebih Dekat Trading Forex Syariah

Mungkin ada sebagian dari kamu yang belum memahami apa itu forex syariah. Maka dari itu, Akubisnis.com ingin mengulasnya secara singkat. Cara kerja metode forex konvensional dianggap oleh sebagian trader mengandung riba dan tidak sesuai dengan ketentuan syariah.

Berangkat dari permasalahan tersebut, muncul sebuah investasi trading forex berbasis syariah yang bisa dimanfaatkan oleh trader Muslim. 

Lalu, apa itu forex syariah? Forex syariah atau biasa disebut sebagai free swap merupakan metode trading pengelolaan transaksi yang telah mengadopsi hukum syariah agama Islam. Di dalam setiap transaksinya, tidak diperbolehkan adanya unsur bunga, manipulatif, penipuan, spekulasi, perjudian, ketidakjelasan serta multi transaksi yang dilakukan secara sengaja.

Di Indonesia sendiri hal ini mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 28/DSN-MUI/III/2002. Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan aturan mengenai transaksi yang diperbolehkan adalah transaksi SPOT.

Pengertian dari transaksi SPOT adalah transaksi jual beli mata uang yang diperdagangkan untuk dilakukan penyerahan segera. Pada umumnya penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal transaksi.

Transaksi SPOT biasanya dilakukan di pasar spot dan perlu diketahui terdapat 3 jenis transaksi, sebagai berikut :

  • Cash: Jenis transaksi cash memungkinkan untuk melakukan pembayaran antara suatu mata uang dengan jenis mata uang lainnya dilakukan pada saat itu juga.
  • Tom: Transaksi tom singkatan dari tomorrow, yang berarti pengiriman atau pembelian mata uang dilakukan keesokan harinya atau satu hari setelah transaksi dilakukan.
  • Spot: Pada transaksi jenis ini, pengiriman atau pemberian mata uang bisa diselesaikan dalam waktu 48 jam atau dua hari setelah perjanjian berhasil dilakukan antara kedua belah pihak, baik pembeli dan penjual.

Adapun jenis transaksi yang dilarang, yaitu transaksi SWAP, OPTION dan FORWARD.

Transaksi SWAP adalah transaksi di mana dua valuta asing ditukarkan melalui pembelian atau penjualan secara spot dan penjualan atau pembelian kembali secara forward.

Transaksi OPTION merupakan transaksi jual atau beli valuta asin terhadap Rupiah yang didasari oleh suatu perjanjian yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli (call option) atau menjual (put option) pada tanggal tertentu di dalam suatu periode perjanjian transaksi.

Transaksi FORWARD adalah transaksi penjualan atau pembelian valuta asing dalam jumlah dan harga tertentu dengan penyerahan dan penerimaan dana dilakukan lebih dari dua hari kerja sejak tanggal transaksi dilakukan.

Apa Saja Keuntungan Investasi Forex Syariah?

Bagi seorang trader ketika ingin melakukan investasi trading forex, tentu mengharapkan suatu keuntungan. Begitu juga dengan investasi forex syariah juga memiliki keuntungan yang bisa dirasakan, yaitu kamu bisa terbebas dari potensi bunga ataupun riba, sehingga proses trading dilakukan sesuai dengan syariat agama Islam.

Keuntungan Investasi Forex Syariah


Selain itu, keuntungan investasi forex syariah yang lainnya adalah kamu tidak akan dibebani dengan bunga yang wajib dibayar setiap malam atau overnight fee. Dengan demikian hasil yang didapatkan akan lebih maksimal, karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar bunga.

Apa Saja Persyaratan untuk Melakukan Trading Forex Agar Sesuai dengan Ketentuan Syariah?

Lalu, bagaimana cara untuk berinvestasi forex syariah? Sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI tersebut, bahwa investasi forex boleh dilakukan, asalkan harus sesuai dengan beberapa ketentuan sebagai berikut :

  • Tidak mengandung unsur spekulatif atau untung-untungan
  • Adanya kebutuhan sebagai simpanan atau untuk berjaga-jaga
  • Jika kedua belah pihak melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang yang sama, keduanya harus memiliki nilai yang sama, serta harus dilakukan secara tunai
  • Jika transaksi menggunakan jenis mata uang yang berbeda, maka aktivitas penukarannya harus dilakukan menggunakan nilai tukar atau kurs yang berlaku di saat transaksi tersebut berlangsung serta harus secara tunai

Perbedaan Antara Trading Forex Konvensional dan Forex Syariah

Agar tidak terlalu bingung lagi membedakan antara forex konvensional dan forex syariah, berikut ada beberapa poin penting yang perlu kamu perhatikan, agar tidak salah memilih di antara salah satunya.

1. Bebas bunga atau swap free

Perbedaan terlihat jelas jika forex syariah tidak ada bunga menginap atau swap free. Sementara pada trading forex konvensional terdapat bunga menginap jika trader menyimpan investasi atau trading menginap lebih dari waktu yang telah ditentukan pihak broker atas transaksi penjualan atau pembelian.

2. Bebas biaya transaksi dan biaya overnight

Salah satu poin yang membedakan antara forex syariah dan forex biasa adalah biaya transaksi dan biaya overnight. Jika pada forex berbasis syariah sangat menghindari adanya biaya atau tagihan tambahan, misalnya biaya transaksi dan biaya overnight.

Berbeda dengan forex biasa yang hampir sebagian besar broker atau penyedia layanan pasti akan membebankan sejumlah biaya kepada para nasabahnya. Berhubung pada forex syariah tidak ada biaya, maka dianggap lebih menguntung dibanding forex konvensional.

3. Harus berbasis analisas pasar dan perhitungan matang

Pada investasi forex, para trader forex disarankan untuk mempelajari banyak hal terkait trading, misalnya dengan cara mengikuti pelatihan atau kursus, membaca buku hingga berlatih menggunakan akun demo.

Hal ini dilakukan agar para trader bisa melakukan analisis pasar secara matang dan akurat. Jadi, tidak asal saja dalam melakukan transaksi jual beli tanpa dasar perhitungan yang matang.

Jadi, sebelum melakukan investasi trading forex, pastikan untuk melakukan analisis pasar, perhitungan dan pertimbangan matang sebelum melakukan pembelian atau penjualan mata uang, agar sesuai dengan ketentuan syariah.

Konklusi

Atas dasar penjelasan di atas, bisa diambil sebuah kesimpulan jika investasi trading forex syariah dianggap lebih menguntungkan dibanding forex konvensional. Selain itu juga tidak bertentangan dengan ketentuan syariat agama Islam, terutama bagi para trader Muslim yang sangat menghindari riba dan bunga.

Investasi forex bisa menjadi alternatif lainnya bagi kamu yang masih bingung memilih jenis investasi yang cocok dan menjanjikan.

Semoga bermanfaat.

Artikel ini bersumber dari www.akubisnis.com.