Desember 6, 2022


Setiap aktivitas lembaga keuangan yang ada di Indonesia, tentu harus diawasi pengelolaannya. Tujuannya agar lembaga keuangan tersebut bisa memberikan pelayanan finansial kepada masyarakat yang lebih nyaman, aman dan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada di wilayah Indonesia.

Nah, tugas pengawasan lembaga finansial tersebut diemban oleh Otoritas Jasa Keuangan atau bisa disingkat OJK. Mungkin sebagian dari kamu sudah banyak yang mengetahui OJK ini bukan?

Meski telah diawasi oleh OJK sekalipun, masih ada saja lembaga keuangan yang seenaknya menerapkan peraturan yang merugikan nasabahnya. Misalnya saja, bunga yang mencekik, sistem penagihan yang kasar dan sangat intens (nelepon bisa lebih dari 10 x sehari), sistem yang tidak transparan hingga staff marketing yang sangat memaksa ketika menawarkan pinjaman.

Apalagi jika tidak diawasi oleh OJK, lembaga keuangan (baca : rentenir darat) pasti bakalan seenaknya dalam memberikan layanan finansial kepada masyarakat. Yang jadi korban adalah masyarakat kecil yang memang benar-benar kepepet membutuhkan uang dan terpaksa harus mengajukan pinjaman online.

Oke, mari kita kembali lagi ke pembahasan tentang mengenal OJK. Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan OJK bukan? Namun tahukah kamu, apa saja tanggung jawab, tugas hingga wewenang dari OJK tersebut? Simak yuk pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Pertama-tama, mari kita berkenalan dulu dengan OJK. Perlu kamu ketahui, OJK merupakan sebuah lembaga yang memiliki fungsi, wewenang dan tugas dalam mengatur, mengawasi, memeriksa hingga melakukan penyelidikan terhadap aktivitas jasa keuangan yang ada di Indonesia dan bersifat independen. Artinya, dalam melaksanakan tugasnya, OJK tidak ikut campur tangan suatu pihak tertentu yang bisa mengganggu tanggung jawabnya.

OJK dibentuk sebagai pengganti peran dari Bapepam-LK yang mengatur dan mengawasi lembaga keuangan serta pasar modal. Sekaligus mengganti tugas dari Bank Indonesia dalam hal mengatur dan mengawasi bank, serta memberikan perlindungan terhadap konsumen dari layanan jasa keuangan yang ada di Indonesia.

Visi dan Misi Otoritas Jasa Keuangan

OJK sendiri pastinya memiliki visi dan misi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Apa sajakah itu? Simak di infografis berikut ya guys.

Visi dan Misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Fungsi dan Tugas dari Otoritas Jasa Keuangan

Selain visi dan misi yang jelas, OJK juga memiliki fungsi dan tugas yang perlu kamu ketahui sebagai berikut.

Fungsi dan Tugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Wewenang Otoritas Jasa Keuangan

Meski mungkin saja sudah banyak yang mengenal OJK, tetapi belum mengetahui apa saja wewenang dari OJK tersebut. Wewenang ini sangat diperlukan, agar tugas dan fungsi OJK bisa berjalan secara optimal. Antara lain sebagai berikut :

  • Menjalankan pengawasan serta perlindungan terhadap konsumen di sektor perbankan, IKNB atau Industri Keuangan Non Bank maupun pasar modal.
  • Memberikan atau mencabut status terdaftar atau izin usaha, persetujuan, pengesahan serta penetapan pembubaran lembaga keuangan.
  • Memberi perintah tertulis pada lembaga jasa finansial serta melakukan penunjukkan terhadap pengelola statuter.
  • Menentukan sanksi administratif pada jasa keuangan yang diketahui melanggar.

Selain itu, OJK juga memiliki beberapa kewenangan terkait urusan perlindungan dan edukasi konsumen, antara lain sebagai berikut :

  • Memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan kerugian yang dialami konsumen dan dalam memanfaatkan industri jasa keuangan.
  • Memberikan layanan pengaduan konsumen.
  • Memberikan pembelaan hukum atas kepentingan perlindungan terhadap masyarakat dan khususnya konsumen.

Kode Etik Otoritas Jasa Keuangan

Tidak lupa juga bahwa OJK memiliki kode etik yang mana merupakan asas dan norma terkait keputusan dan juga kepantasan yang harus dipatuhi serta dilaksanakan oleh setiap anggota pejabat, desan komisioner maupun pegawai OJK saat melaksanakan tugasnya.

Sementara untuk komite etiknya adalah organ pendukung dari Dewan Komisioner. Tugasnya yakni untuk mengawasi kepatuhan dari dewan komisioner, pegawai hingga pejabat OJK atas kode etik.

Nilai Strategis dari Otoritas Jasa keuangan

Mengenal OJK, tentu harus mengenal juga apa saja nilai strategis yang dijunjungnya. Berikut ada 5 nilai strategis yang dimiliki oleh Otoritas Jasa Keuangan yang perlu kamu ketahui :

Nilai Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Kinerja OJK tentu harus selalu ditingkatkan lagi dan tidak boleh lengah, mengingat semakin meningkatknya layanan keuangan di Indonesia. Apalagi saat pandemi, semakin banyak masyarakat yang kepepet membutuhkan uang.

Bukan hanya meminjam secara online, masyarakat juga banyak yang mengajukan pinjaman melalui pinjaman online (pinjol) ilegal yang jelas-jelas sangat merugikan nasabah.

Nah di sinilah tugas dari OJK guna menjamin keamanan dan kenyamanan penggunaan fasilitas keuangan di tengah masyarakat.

Semoga informasi mengenai apa itu Otoritas Jasa Keuangan dan seluk beluknya bisa bermanfaat bagi para pembaca setia blog Akubisnis.com.

Artikel ini bersumber dari www.akubisnis.com.