Desember 6, 2022

Jakarta: Merah Putih Institute (MPI) berkomitmen turut aktif menjaga stabilitas nasional. Sekaligus, mencerdaskan generasi muda dengan target mahasiswa, aktivis organisasi kepemudaan, buruh, seniman dan budayawan.
 
“MPI ini hadir sebagai wadah alternatif bagi pemuda untuk bersama-sama melakukan akselerasi menjadi katalisator, mempersatukan bangsa dan mencerdaskan masyarakat,” ujar Ketua Umum MPI Safruddin Abas melalui keterangan tertulis, Kamis, 10 November 2022.
 
Ia menyebut Indonesia saat ini tengah menghadapi gangguan domestik maupun internasional. Banyak kelompok yang tidak mampu memahami kondisi sebenarnya. Beberapa kelompok bersifat reaktif dan melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.


“Yang pada akhirnya menggangu konsentrasi pemerintah dalam melanjutkan pembangunan nasional, juga berujung pada instabilitas kondisi ekonomi, sosial, budaya dan keamanan,” jelas dia.
 
Menurut dia, hal itu menjadi MPI hadir di tengah masyarakat ditandai deklarasi yang dipadukan dengan panggung kebudayaan bertepatan Hari Pahlawan, di Rumah Merah Putih, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Sekitar 100 peserta hadir dari berbagai kalangan seperti serikat buruh, komunitas ojek online (ojol) dan aktivis kepemudaan.
 

Ia menyebut MPI tengah menyusun berbagai program untuk melakukan konsolidasi maupun mengajak pemuda turut serta aktif menjadi bagian dari organisasi MPI. Banyak hal yang akan dilakukan, seperti dialog, seminar, dan pendekatan kepada akar rumput untuk mencerdaskan kehidupan sosial. 
 
“Hal tersebut dilakukan dalam rangka memproteksi generasi selanjutnya untuk merawat jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan,” jelas Abas.
 
Senada, Dewan Pembina MPI Resporatori Saddam Al-Jihad mengungkapkan visi MPI sebagai katalisator dan menjaga stabilitas nasional. Guna mewujudkan visi besar itu, kata dia, membutuhkan peran banyak pihak.
 
“2023 akan ada kondisi resesi ekonomi dan kemungkinan ada pragmentasi antara politik identitas. Dengan hadirnya MPI, diharapkan membawa solusi untuk menjaga stabilisasi nasional untuk mengurangi konflik di lapisan sosial,” ujar Saddam
 
Saddam mengungkapkan sudah ada 34 provinsi yang akan dideklarasikan untuk memperkuat jaringan. Pulau Jawa menjadi sentra pergerakan sebagai percontohan. Saddam mengaku sudah mengantongi beberapa gagasan untuk berkolaborasi antar komunitas guna memperkuat dan melancarkan pergerakan dari MPI.
 
“Contohnya kolaborasi dengan ojol yang memiliki program namanya Unit Reaksi Cepat (URC). Semetara, MPI kan punya jaringan aktivisnya. Kolaborasi seperti ini yang kita gabungkan untuk bertindak ketika ada bencana maupun konflik sosial yang terjadi di lapangan misalnya,” ungkap Saddam.
 
Sementara itu, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Mayjen TNI (Purn) Nono Sukarno mengaku senang dan bangga dengan hadirnya MPI sebagai pergerakan kepemudaan yang turut aktif dalam menjaga keutuhan bangsa.
 
“Semakin banyak generasi penerus seperti MPI ini, maka masa depan bangsa ini akan cerah. Pemuda harus bergerak sebagai agen perubahan,” tutur Nono.
 

(AGA)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.