Desember 6, 2022

Tangerang: Kebijakan Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No7 Tahun 2022 agar pejabat instansi pemerintah mulai beralih kendaraan listrik disambut positif sektor industri. Melihat hal tersebut, perusahaan otomotif khususnya produsen sekaligus distributor motor listrik mulai tancap gas merebut pasarnya.
 
Direktur Utama PT Molindo Setiajit mengatakan, pascakebijakan Presiden itu, gairah pasar menggunakan kendaraan listrik semakin meningkat. Pihaknya pun saat ini telah siap melayani permintaan masyarakat atas penggunaan motor listrik. 
 
“Permintaan sudah banyak, khususnya dari kementerian ataupun lembaga negara lainnya. Berbagai jenis kendaraan motor listrik karya anak bangsa pun telah siap dilepas ke pasaran, di antaranya kendaraan roda empat SUV tiga seater dan kendaraan roda dua,” ujarnya di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 12 November 2022.
 

Setiajit menuturkan, meski menggunakan tenaga listrik, ia memastikan aman digunakan dari ancaman air. Ia menjamin stok suku cadang sebagai antisipasi kekhawatiran dari konsumennya.


“Kami menjamin konsumen dengan ketersediaan sparepart motor listrik yang siap dipasaran. Banjir tidak ada masalah, kena air pun tidak masalah,” jelasnya.
 
Setiajit menjelaskan, pihaknya menargetkan penjualan hingga akhir tahun mencapai 1.000 unit dan telah tercapai lebih dari 50 persen saat ini. 
 
“Dan saat ini kami telah memiliki lebih dari 10 dealer di wilayah Jawa Timur dan lainnya, salah satunya dealer baru ini yang ada di wilayah Summarecon Tangerang, Banten,” ucapnya.
 
Menurut Setiajit, saat ini pihaknya hanya memproduksi dan menjual sepeda motor listrik, tapi tidak menutup kemungkinan ke depan saat pasar mulai menggeliat dan menunjukkan minat yang besar akan memasarkan mobil hingga bus. Sebab penggunaan kendaraan listrik sangat besar manfaatnya.
 
“Pertama tentu jelas lebih ramah lingkungan sebab zero emission. Kemudian juga lebih efisien, dan lebih irit jika dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin,” jelasnya.
 
Setiajit menjelaskan, penggunaan sepeda motor listrik sekali isi daya bisa menempuh 60-70 kilometer. Untuk menempuh jarak maksimal itu untuk sepeda motor listrik hanya menghabiskan konsumsi uang Rp4.800. 
 
“Kita lebih hemat 25 persen untuk operasional sepeda motor listrik jika dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Karena kita baterainya pakai litium,” katanya.
 
Setiajit menambahkan, untuk sekali pengisian daya penuh, waktu yang dibutuhkan adalah 4 jam, dengan penggunaan baterai sepeda motor listrik ini bisa bertahan hingga delapan tahun.
 
“Kita memberikan garansi baterai 2 tahun. Tapi secara fungsi baterai ini bisa digunakan sampai 8 tahun. Dari segi perawatan kendaraan listrik lebih hemat. Karena tidak membutuhkan perawatan rutin seperti ganti oli maupun tune up,” ungkapnya.
 
Setiajit menambahkan, penggunaan sepeda motor listrik maupun kendaraan listrik berbasis mobil sangatlah aman, tidak mengkhawatirkan terjadi kendaraan terbakar atau korslet, karena setiap komponen juga sudah terlindungi oleh soket maupun braket yang aman.
 
“Dengan semangat menyelamatkan lingkungan, kami berharap pemerintah turut menyukseskan apa yang menjadi instruksi presiden dan diikuti oleh masyarakat,” katanya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id

 

(WHS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.