Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Memasuki musim hujan, Pemkab Lamongan melalui Dinas PU Sumber Daya Air sudah menyiapkan penanganan untuk dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir.

Untuk merealisasikan program prioritas mitigasi bencana alam yang dicanangkan oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Dinas PU SDA membuat 2 program inovasi yakni Gerakan Perahu Sikat Eceng Gondok (Garpu Sendok) dan Gerakan Bersih Lumpur Saluran dalam Kota (Gempur Saloka).

“Kita punya program inovasi di bidang perairan antara lain Garpu Sendok dan Gempur Saloka. Keduanya dilakukan utamanya untuk meminimalisir bencana alam banjir di Lamongan, serta untuk merealisasikan program prioritas Lamongan yakni mitigasi bencana alam,” ungkap Kepala Dinas PU SDA Lamongan Gunadi, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Masuk KSN Gerbangkertasusila, Lamongan Bakal Jadi Kota Layanan Jasa Transportasi dan Sosial Budaya

Baca juga: Jenazah Kakek Tenggelam di Bengawan Solo Tuban Ditemukan di Kabupaten Lamongan

Program Garpu Sendok tersebut sudah dilaksanakan selama 3 hari di bantaran Kali Corong dengan mengerahkan 2 unit perahu dengan melibatkan 8 petugas.

“Target pembersihan enceng gondok semata untuk memperlancar arus air agar tidak memicu banjir. Dengan adanya program Garpu Sendok dipastikan akan menambah volume tampungan air dan memperlancar arus air, ” katanya.

Sampah enceng gondok langsung dibuang dibuang ke TPA Desa Tambakrigadung Tikung.

Target di Kali Corong sepanjang 4,5 Km harus tuntas dengan program Garpu Sendok.

“Warga diminta untuk saling perduli untuk menjaga kebersihan saluran air di Lamongan,” ungkap Gunadi.

Baca juga: Atap Kafe di Kabupaten Lamongan Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Baca juga: Persela Lamongan Luncurkan NFT, Hanya Rp 25.000/Item, Ini Keuntungan yang Diperoleh

Sedangkan untuk progres program Gempur Saloka yang sudah berjalan mulai 3 Oktober lalu dinyatakan sudah mencapai 100 persen untuk titik Kota Lamongan dan 70 persen untuk titik di Kecamatan Babat.

“Kita kan ada dua titik yakni Lamongan Kota dan Babat, masing-masing 100 persen untuk kota dan 70 persen untuk Babat,” kata Gunadi.

Normalisasi perairan dibagi menjadi 2 yakni operasi dan pemeliharaan. Operasi 3-4 kali dalam setahun.

Untuk pemeliharaan berkala juga dilakukan dengan bantuan alat berat melalui program Garpu Sendok dan Gempur Saloka.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.