Desember 4, 2022

mitos ibu hamil saat gerhana bulan
Ibu hamil saat gerhana bulan
Gerhana bulan Total
Gerhana bulan 2022
Ibu Hamil
Surya.co.id
Surabaya.tribunnews.com

SURYA.CO.ID – Ada banyak mitos ibu hamil saat Gerhana Bulan 2022 yaitu Gerhana Bulan Total.

Salah satu mistos ibu hamil saat gerhana bulan, yang beredar di masyarakat adalah adanya raksasa Batara Kala, sehingga tidak boleh keluar rumah atau melihat Gerhana Bulan Total.

Sebagai informasi, fenomena Gerhana Bulan 2022 terjadi tanggal 8 November pada waktu sore hingga malam hari. Lantas bagaimana pandangan Islam tentang mitos ibu hamil saat gerhana bulan?

Mengutip ceramah Buya Yahya yang diunggah akun YouTube Al-Bahjah TV, berjudul Mitos Gerhana Pada Ibu Hamil – Buya Yahya Menjawab, terdapat penjelasan soal tuntunan Islam saat gerhana.

Buya Yahya dalam ceramahnya menjelaskan mitos tersebut tidaklah benar.

Serupa yang terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Saat sayyidina Ibrahim putra Nabi Muhammad wafat, terjadilah gerhana. Orang-orang mengira terjadinya gerhana karena putra nabi wafat.

Nabi saat itu jug menjelaskan bahwa terjadinya gerhana bukan karena putranya Ibrahim wafat, melainkan karena tanda-tanda kebesaran Allah.

“Sholatlah. Kalau anda menemukan gerhana, maka sholat gerhana. Sholat gerhana itu bisa sholat gerhana dengan 4 rukuk yang panjang dengan ayat yang panjang di masjid,” ceramah Buya Yahya.

Kalau pun tidak bisa melaksanakan sholat jamaah, sholat gerhana bisa dilakukan sendiri

“Kalau pun tidak, anda seperti sholat biasa saja, seperti sholat subuh, sholat dua rakaat. Kalau anda tidak bisa jamaah, dua rakaat saja niatkan sholat khusuf, selesai. Memang utamanya 2 kali rukuk kan, kalau anda ribet cukup dua rakaat,” jelas Buya Yahya melanjutkan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044).

Baca juga: Waktu Shalat Gerhana Bulan di Wilayah Indonesia 8 Oktober 2022 Lengkap Tata Caranya


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.