Desember 5, 2022

Jakarta: DFSK sudah merampungkan touring 5 hari perjalanan Jakarta – Bali dengan menggunakan DFSK Gelora E. Mereka mengklaim kendaraan niaga berteknologi battery electric vehicle (BEV) tidak ada masalah untuk digunakan jarak jauh, dan bahkan antar pulau.
 
Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi, menjelaskan Gelora E menunjukan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa kendaraan niaga ringan listrik bisa diandalkan untuk kebutuhan mobilitas antar kota, antar provinsi dan antar pulau. Kini, mobil tersebut dipamerkan di Pameran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (PKBLBB) 2022 hingga 16 November 2022 di Art Bali, Nusa Dua, Bali.
 
“Selama PKBLBB kami akan menunjukan bahwa teknologi kendaraan listrik yang dikembangkan memang memiliki kemampuan yang handal, durabilitas yang baik, serta aspek fungsional tinggi untuk mendukung berbagai operasional usaha konsumen di Indonesia. Touring Jakarta – Bali bisa kami lewati dengan baik tanpa halangan, dan kini kemampuan itu kami tunjukan melalui kehadiran Gelora E di PKBLBB,” ungkap Achmad Rofiqi melalui keterangan resminya.


Selain itu, perusahaan juga memiliki misi lain dalam keikutsertaan di pameran kendaraan listrik pertama di Bali tersebut. Mereka melihat perlu untuk ikut serta dalam pameran, mengedukasi kepada masyarakat mengenai berbagai keunggulan kendaraan listrik, sekaligus lebih mendekatkan Gelora E kepada konsumen di Bali.
 
“Perekonomian Bali yang banyak ditunjang oleh sektor pariwisata tentu saja membutuhkan kendaraan niaga ringan untuk mendukung kelancaran pariwisata, mulai dari kebutuhan mobilitas antar barang hingga kendaraan angkutan penumpang travel atau Shuttle. Gelora E siap mengakomodir seluruh kebutuhan tersebut dan mengakselerasi usaha masyarakat di Bali lebih menguntungkan lagi.”
 
DFSK Gelora E yang dipasarkan di Indonesia tersedia dalam dua varian, yakni blindvan untuk kebutuhan angkutan barang dan minibus untuk angkutan penumpang. Baterai yang digunakan memiliki daya 42 kWH, dan sanggup untuk menyuplai energi DFSK Gelora E sejauh 300 KM (berdasarkan metode pengujian New European Driving Cycle/NEDC).
 
Selain mengusung konsep kendaraan yang ramah lingkungan, DFSK Gelora E juga ditunjang dengan efisiensi energi yang tinggi dan mampu mengurangi biaya operasional yang ditimbulkan oleh penggunaan kendaraan. DFSK Gelora E cukup membutuhkan biaya energi sebesar Rp 200 per kilometer, atau setara dengan 1/3 dari biaya operasional kendaraan komersial konvensional.

 

(ERA)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.