November 26, 2022

Jakarta: PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC), salah satu bank digital di Tanah Air mencatat kenaikan tajam aset yang mencapai Rp15,9 triliun atau naik sebesar 98 persen yoy di kuartal III-2022.
 
Selain itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga naik sebesar 90 persen yoy menjadi Rp12,6 triliun, Fee Based Income naik sebesar 342,03 persen yoy menjadi Rp254,1 miliar, penyaluran kredit tumbuh 131,77 persen yoy menjadi Rp8,9 triliun, dan pendapatan bunga bersih BNC secara yoy tumbuh 350,78 persen atau menjadi Rp1,089 triliun.
 
“Pertumbuhan kinerja di atas sejalan dengan tumbuhnya jumlah pengguna aplikasi neobank yang kini mencapai 20 juta pengguna,” ujar Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan, dalam keterangan resminya, Sabtu, 19 November 2022.


Tjandra mengatakan, hingga akhir tahun ini, target BNC adalah dapat menyalurkan lending di kisaran Rp10 triliun hingga Rp11 triliun. Sedangkan dari sisi pencapaian laba, BNC mencatatkan laba mulai dari Juni hingga Oktober tahun ini.
 
“Kami optimistis hingga akhir tahun akan berlanjut. Sedangkan untuk tahun depan, kami menargetkan untuk dapat catatkan laba full year dan menjadikan 2023 sebagai tahun profitable bagi BNC,” jelasnya.
 

Target 2023

Tjandra mengatakan, seluruh perkembangan positif bisnis tersebut harus dibarengi oleh pengembangan inovasi. Salah satu upaya yang terus dilakukan BNC ialah dengan terus menciptakan inovasi layanan serta memperluas kerja sama dengan seluruh pihak.
 
Di 2023, BNC akan terus mengembangkan ekosistemnya dengan terbuka bekerja sama dengan banyak mitra. Selain itu, BNC juga terus memperkenalkan berbagai layanan inovatif, diantaranya meluncurkan VISA Virtual Debit Card, digital bancassurance, program loyalitas nasabah, dan ikut serta dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di 2023.
 
Pertumbuhan kinerja BNC yang positif merupakan hasil dari fundamental perseroan yang semakin sehat dan juga strategic response yang tepat diiringi dengan manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian global. BNC optimistis dapat menjaga sustainability kinerja ke depan.
 
“Kami akan memanfaatkan momentum pertumbuhan tahun lalu sebagai pelecut semangat kami di tahun berjalan ini untuk semakin baik dalam mengembangkan bisnis Perseroan. Seiring dengan semakin baiknya efisiensi kinerja operasional dan meningkatnya berbagai kinerja bisnis Perseroan, kami yakin BNC dapat terus mengoptimalkan kinerjanya di tahun ini dan berlanjut hingga 2023,” tutup Tjandra.
 

(AHL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.