Desember 4, 2022

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – ‘Wajah sendu’ langit Kabupaten Bangkalan tersaji setelah awan mendung kembali menggelayut dan bergerak perlahan menutupi sinar mentari, Minggu (13/11/2022) pagi. Meski begitu, Iringan rintik gerimis menyisakan trauma bagi sebagian masyarakat karena di tengah situasi itu ada hantaman petir bersamaan mulai derasnya hujan, Sabtu (12/11/2022).

Sore itu, gelegar suara petir memekakkan telinga bercampur dengan deru suara derasnya hujan. Selama tidak kurang dari 45 menit, sesekali petir menghujam rendah ke objek-objek pemukiman di Dusun Jaddih Utara, Desa Jaddih, Kecamatan Socah.

Bahkan, petir sempat mendarat di teras rumah salah satu warga. Meski hanya sepersekian detik, kilatan petir itu berdampak besar, sebuah bola lampu di tiang penerangan halaman rumah Hj Sumiati (71), sampai terlepas dan rusak. Di rumah berdinding keramik berwarna putih itu, kilatan petir juga menyambar hingga membuat jatuh bola lampu di teras rumah melompat dari tempatnya.

“Kilatan petirnya berwana ungu, menyambar bola lampu,” ungkap Raka, bocah berusia 10 tahun yang kala itu duduk di bawah bola lampu bersama ayahnya.

Di rumah Hj Sumiati, satu unit televisi dan satu unit perangkat modem internet mengalami kerusakan. Selain itu, sedikitnya 6 bola berukuran sedang dan sebuah bola lampu berukuran besar di halaman rumahnya mengalami kerusakan. Bahkan kap bola lampu di halaman rumahnya terlempar hingga sejauh 20 meter.

Kerusakan peralatan elektronik juga menimpa rumah tetangga kanan-kiri seperti televisi hingga perangkat listrik PLN Kwh Meter. Tidak hanya itu, aliran listrik di rumah-rumah terdampak sambaran petir tidak berjalan normal.

“Kami tidak berani keluar rumah karena suara petir terdengar menakutkan. Suaranya semakin menggelegar setelah menyambar bola lampu di teras rumah. Bahkan ada percikan petir masuk rumah di kabel antena televisi. Semoga hari ini tidak turun hujan seperti kemarin,” ujar Hj Sumiati.

Kondisi ini memaksa masyarakat setempat memanfaatkan jasa tenaga beberapa warga yang ahli dalam bidang kelistrikan. Dengan harapan, permasalahan kelistrikan tertangani sehingga rutinitas warga bisa kembali normal.

“Ada sekitar 6 rumah yang terdampak sambaran petir yang saya perbaiki. Kerusakan mayoritas terjadi pada instalasi listrik karena disambar petir seperti kabel SR, ada kerusakan beberapa bola lampu, lemari es, televisi, hingga modem wifi,” singkat seorang teknisi kelistrikan kampung, Mahfud, warga Desa Jaddih kepada SURYA, Minggu (13/11/2022).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Geger Hery Susianto mengungkapkan, dalam sepekan terakhir cuaca ekstrem memang menghantui sejumlah kawasan di Bangkalan.

“Bahkan sempat terjadi bencana tanah longsor di sebuah perbukitan di Desa Lerpak, Kecamatan Geger. Namun Alhamdulillah tidak ada rumah atau akses jalan hingga korban jiwa terdampak longsor. Untuk dampak sambaran petir kemarin di Kecamatan Socah, kami belum menerima laporan,” ungkap Hery kepada SURYA melalui sambungan selulernya.

Kecamatan Socah berdasarkan Update Peringatan Dini Cuaca Wilayah Jawa Timur yang diterima BPBD Kabupaten Bangkalan melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per Sabtu (12/11/2022), termasuk salah satu wilayah berstatus peringatan dini potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Sedangkan update Minggu (13/11/2022), Kecamatan Socah hanya sebagai wilayah potensi meluas akan terjadinya terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Hery pun mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angit kencang, hingga sambaran petir yang kerap menerjang Bangkalan akhir-akhir ini.

“Apabila ada kejadian yang sifatnya mendadak seperti puting beliung dan sebagainya, segera melapor karena tim reaksi cepat kami sewaktu-waktu sudah siap siaga. Kami segera tindak lanjuti, saat itu juga langsung lakukan assessment. Kami on position,” pungkasnya. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.