Desember 8, 2022

Kuala Lumpur: Seruan pengunduran diri Ahmad Zahid Hamidi sebagai presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan ketua Barisan Nasional (BN) terus meningkat. Seruan ini muncul menyusul kinerja buruk koalisi dalam pemilihan umum ke-15 Malaysia (GE15).
 
Beberapa pemimpin UMNO sekarang ingin Ahmad Zahid bertanggung jawab atas kegagalan koalisi dalam pemilihan dan mendahulukan kepentingan partai, seperti yang dilakukan pendahulunya, Najib Razak, pada 2018.
 
Mantan Menteri Persatuan Nasional Halimah Mohamed Sadique, wakil ketua Pemuda UMNO Shahril Sufian Hamdan, direktur operasi pemilihan BN Johor Onn Hafiz Ghazi, wakil ketua Kulai BN Mohd Jafni Md Shukor dan anggota exco Pemuda UMNO Muhamad Muqharabbin Mokhtarrudin termasuk di antara mereka yang secara terbuka memanggil mantan wakil perdana menteri tersebut untuk mundur secara terhormat.


Halimah, dalam keterangannya mengatakan, UMNO tidak bisa lagi bertanggung jawab atas individu-individu di partai yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi.
 
“Jangan lagi mencoreng kesucian UMNO dengan pemikiran yang dangkal, tidak berdasar dan tidak berprinsip hanya untuk kepentingan pribadi,” ujarnya, dikutip dari Channel News Asia, Minggu, 20 November 2022.
 
Baca juga: Pemilu Malaysia Berakhir, Anwar dan Muhyiddin Saling Klaim Mampu Bentuk Pemerintahan
 
“Kembali ke perjuangan awal UMNO.  Perjuangan dan prioritas partai harus difokuskan pada akar rumput yang mendambakan sebuah institusi yang mampu memperjuangkan nasib mereka,” sambungnya.
 
Shahril, dalam sebuah pernyataan mengatakan, para pemimpin UMNO harus mengadvokasi konsep tanggung jawab kolektif dalam menghadapi kegagalan. Ia menegaskan, Ahmad Zahid harus memberikan contoh ini dengan memimpin proses mengambil tanggung jawab atas kekalahan.
 
Menurutnya, presiden UMNO juga harus memberikan semua kesempatan yang mungkin bagi pemimpin partai lain untuk membuat keputusan besar bagi UMNO.
 
Sementara itu, Onn Hafiz, yang juga Ketua Menteri Johor mengatakan, Ahmad Zahid harus cukup murah hati untuk mengosongkan posisinya seperti Najib. “Kita semua tahu bahwa telah terjadi tsunami politik Melayu dimana orang Melayu telah menolak UMNO.  UMNO telah jatuh,” ujar Onn Hafiz.
 
“Meski pil pahit yang harus ditelan, para pemimpin UMNO, termasuk saya, perlu kembali mendengarkan suara rakyat yang telah diterjemahkan melalui suara mereka dalam jajak pendapat kemarin,” sambung dia.
 
Ia mencatat, UMNO dan BN hanya memenangkan sembilan kursi parlemen di Johor dan kehilangan semua kursi yang diperebutkan di Perlis, Kedah, Penang, Melaka, Kelantan, dan Terengganu. Di kesempatan berbeda, Mohd Jafni mengatakan, kekalahan koalisi di GE15 berarti BN dan UMNO bukan lagi pilihan rakyat.
 
Menurutnya, pengunduran diri Ahmad Zahid akan menandakan bahwa langkah-langkah awal sedang diambil untuk menghidupkan kembali UMNO. Muhamad Muqharabbin mengatakan, ketidaksukaan rakyat terhadap presiden partai itu ditunjukkan melalui pemungutan suara.
 
“BN jatuh karena arogansinya dengan berjalan sendiri dan tidak mau berubah serta tidak mendengarkan pandangan masyarakat dan akar rumput.  Ini sebenarnya kelemahannya,” katanya.
 
“Maka sudah sepatutnya Ahmad Zahid mundur dan partainya segera menggelar pemilu untuk memberikan mandat kepada pimpinan UMNO yang baru untuk membawa perubahan nyata,” ujarnya.
 
Di GE15 kemarin, BN tampil buruk setelah hanya memenangkan 30 dari 178 kursi parlemen yang diperebutkan koalisi. Ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan GE14 ketika mengamankan 54 kursi parlemen.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.