Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Golkar Surabaya menginstruksikan kadernya untuk memberikan perhatian kepada lingkungan. Termasuk, para petugas kebersihan di masing-masing kawasan.

Terutama, soal kesehatan para petugas. “Saya minta kader mendampingi petugas pengambil sampah di RT dan RW untuk periksa kesehatan di puskesmas terdekat,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni kepada SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (22/11/2022).

Kepada para kader, Arif menyampaikan hal ini saat memimpin jalannya konsolidasi di Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Senin malam (21/11/2022).

“Para kader harus ikut memberikan perhatian kepada para petugas,” katanya.

Selama ini, banyak petugas pengambil sampah di kampung yang mendapat gaji dari warga secara swadaya. Mereka merupakan kader lingkungan yang belum mendapatkan intervensi dari pemerintah kota.

Di antaranya, dalam bentuk gaji bulanan. Padahal, petugas sampah rumah tangga dengan alat pelindung diri seadanya berpotensi terpapar berbagai macam penyakit.

Untuk itu, ia meminta Pemkot Surabaya membebaskan biaya pemeriksaan kesehatan kepada para petugas pemungut sampah. Misalnya, untuk pemeriksaan kesehatan.

Rencananya, Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya anggaran memperjuangkan dalam anggaran APBD perubahan mendatang.

“Setidaknya secara bertahap para petugas pengambil sampah lingkungan tersebut bisa dibiaya oleh Pemkot dalam kepesertaan BPJS kesehatan,” kata anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.

Dia berharap seluruh kader Golkar melaksanakan pendampingan. Bagi Golkar, kerja politik bukanlah kerja dalam pemilu semata.

Sebagai partai yang memiliki ideologi karya kekaryaan wajib berkarya di lingkungan masing-masing. “Kita harus bisa membawa solusi atas masalah masyarakat,” katanya.

Untuk memperhatikan para petugas kebersihan, Sekretaris DPD Partai Golkar Surabaya Akmarawita Kadir meminta kader turun di semua tingkatan. Baik di kecamatan, kelurahan, sampai ke tingkat RT /RW.

“Karena pekerjaannya tiap hari yang berkutat dengan sampah, harus mendapat perhatian yang lebih khusunya mengenai kesehatannya,” kata Akmarawita yang juga Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya ini.

Ia juga menghimbau para ketua RT, RW di seluruh kecamatan Surabaya, mendorong petugas-petugas kebersihan ini kontrol rutin.

Minimal setiap 3 bulan, petugas kesehatan harus mengikuti general cek up.

Untuk gejala-gejala penyakit, bisa segera mendapatkan perawatan di puskesmas.

“Saya juga berharap fasilitas seperti sarung tangan, pakaian, sepatu, dan pelindung diri lainnya juga mendapat perhatian dari RT/RW setempat. Ini untuk melindungi petugas-petugas sampah agar terlindung dari berbagai macam penyakit,” kata dia.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.