Desember 8, 2022

Jakarta: Rektor IPB University Arif Satria memberikan beberapa pesan penting bagi siswa di Yayasan Ma’had Islam Pekalongan. Alumni terbaik di yayasan itu menyampaikan siswa harus mengingat membangun karakter pembelajar tangguh sangat penting.
 
Hal yang harus dibangun pertama adalah karakter dan integritas. Dia menyebut faktor kejujuran dan kedisiplinan juga penting untuk mampu menjadi lulusan terbaik.
 
“Kedua, mengetahui makna menjadi pembelajar sejati, memahami bahwa setiap orang adalah guru dan setiap rumah adalah sekolah karena yang bisa siap beradaptasi dengan perubahan adalah orang-orang yang memiliki mental pembelajar,” kata Arif dalam Seminar Nasional Pendidikan 2022 Ta’sis ke-80 Ma’had Islam Pekalongan dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 November 2022,


Arif mengutip kalimat Albert Einstein yang mengatakan jangan pernah berhenti belajar karena lambat laun diri sendiri akan sekarat. Ketiga, siswa harus memperkuat growth mindset atau cara pandang yang berkembang.
 
Dia menyebut cara pandang ini meyakini diri sendiri akan peningkatan kemampuan dan mampu menembus batas-batas ketidakmampuan. Arif mengatakan kemampuan bersifat tidak terbatas bila siswa memiliki kemauan.
 
“Contohnya dalam meraih prestasi akademik, faktor penentu kesuksesan ini adalah mindset. Lingkungan sekolah dan rumah memang penting, namun mindset mahasiswa paling penting,” papar dia.
 
Selain itu, siswa harus memiliki passion dan kegigihan sebagai faktor Grit tanpa memandang latar belakang diri. “Apabila kita memiliki Grit, kita punya mimpi, kita punya tujuan dan terus berlatih, memiliki minat dan orang tua yang mendukung kemudian budaya yang mendukung, saya yakin siswa mampu menjadi sukses,” tutur dia.
 
Arif menjelaskan kemampuan diri dapat diasah karena bergantung pada kemauan diri. Orang yang memiliki mindset yang baik dan mental pembelajar biasanya memiliki willpower kuat bisa mengubah kemampuan dan menciptakan kesempatan besar.
 
Pesan keempat, orientasi pada future practice. Dia mengutip perkataan Jack Ma bahwa orientasi hidup bukan hanya kompetisi tentang uang dan modal namun pengetahuan dan kreativitas. Setiap orang yang mampu menjadi pembelajar dengan kreativitas dan imajinasi tanpa batas akan bertahan.
 
Future practice ini menjadi penentu, sedangkan orang-orang yang berfokus pada best practice akan tertinggal karena akan menjadi follower. Oleh karena itu future practice ini harus ditumbuhkan kepada mahasiswa bahkan anak SD untuk memperkuat imajinasi dan mimpi,” ujar Arif.
 
Dia menilai cara terbaik memprediksi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian adalah dengan menciptakannya hari ini. Arif yakin dengan kemampuan ini generasi muda Indonesia mampu merespons perubahan dan sukses dalam kehidupan.
 

 

(REN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.