Desember 8, 2022

Berita Lamongan

SURYA.co.id l LAMONGAN – Berbagai strategi dan cara unik ditempuh para pelaku usaha wingko di Babat Lamongan dalam mempromosikan produknya.

Meski wingko sudah sangat dikenal di Indonesia, para pelaku UMKM di Babat ini tetap menggencarkan promosi lewat Festival Gunungan 1001 Wingko Babat Lamongan, Minggu (20/11/2022).

Festival Gunungn 1001 Wingko dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Lapangan Sawonggaling Kelurahan Babat.

Tidak hanya menyuguhkan Festival Gunungan 1001 Wingko Babat secara gratis.

Pada event tersebut juga dilaksanakan kegiatan jalan sehat serta bazar UMKM dan kuliner, wahana bermain, hingga panggung hiburan yang diharapkan bisa mendorong geliat perekonomian masyarakat.

“Melalui Festival Gunungan 1001 Wingko ini, untuk menegaskan dan mengenalkan kembali bahwa wingko ini dari babat. Jadi wingko ini melekat dengan babat dan babat melekat dengan wingko,” ungkap Yuhronur.

Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, ia berharap agar gelaran festival ini dapat dijadikan sebagai event tahunan.

Cara ini, selain meningkatkan perekonomian masyarakat, juga menjaga potensi kuliner tradisional khas Lamongan.

“Kehadiran masyarakat yang luar biasa membuktikan bahwa masyarakat turut mendukung peningkatan ekonomi. Mereka senang, masyarakat merasa ikut terlibat dalam festival ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Yuhronur memberi motivasi dan semangat untuk para produsen maupun pelaku UKM wingko agar terus bergairah dalam menjalankan produksinya.

“Ayo terus bergairah, terus berproduksi untuk meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Lurah Babat Lamongan, M Faris Hasbi, mengatakan melalui gelaran acara ini dimaksudkan untuk menggairahkan perekonomian terutama pengiat UMKM wingko di Babat.

“Acara ini merupakan inisiatif dari Karangtaruna Kelurahan Babat. Gebyar 1001 wingko ini tidak lain untuk menggairahkan perekonomian terutama produsen wingko di sekitaran Babat. Untuk itu, besar harapan kami, pemerintah memberikan fasilitasi sentra produksi maupun UMKM di Kecamatan Babat,” pintanya.

Wingko Babat sendiri merupakan jajanan tradisional yang ada sejak abad 19.

Terbuat dari bahan dasar kelapa, gula dan tepung ketan.

Bahan-bahan itu kemudian dicampur dan dimasak dengan cara dipanggang, sehingga menghasilkan rasa manis nan legit.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.