Desember 8, 2022

Jakarta: Bareskrim Polri segera memeriksa pemilik CV Samudra Chemical (CV SC) berinisial E dan anaknya, T dalam penyelidikan kasus gagal ginjal akut. CV SC yang terletak di Jalan Raya Tapos, Kota Depok itu diduga telah melakukan pelanggaran dalam produksi obat sirop yang membuat ratusan anak tewas akibat terkena gagal ginjal akut.
 
“Rencana tindak lanjutnya akan melakukan pemanggilan terhadap saudara E selaku pemilik CV SC, saudara T anak dari E dan saksi-saksi RT dan RW,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 November 2022.
 
Namun, Ramadhan belum memastikan waktu pemanggilan. Jadwal pemeriksaan diatur penyidik Bareskrim Polri.


Di samping itu, Ramadhan menyebut penyidik tengah menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel bahan baku. Kemudian, melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan tehadap PT APG dan PT TBK.
 
“Mencari dokumen terkait pembelian bahan baku tambahan Propilen Glikol (PG) dari PT AF (Afi Farma Pharmaceutical Industries), PT TBK dan PT APG, melakukan pemeriksaan terhadap saksi, ahli korporasi, ahli farmasi dan ahli laboratorium forensik (labfor),” ungkap jenderal bintang satu itu.
 
Bareskrim Polri menyelidiki CV Samudra Chemical pada Rabu, 9 November 2022 dan menemukan bahan baku Propilen Glikol (PG) atau bahan pelarut dan Etilen Glikol (EG). Bahan PG dan EG itu terdapat di dalam drum atau tong putih bertuliskan label DOW.
 

 
Berdasarkan penelusuran, DOW adalah PT Dow Chemical yang merupakan sebuah perusahaan kimia multinasional yang berkantor pusat di Midland, Michigan, Amerika Serikat dan merupakan anak perusahaan dari Dow Inc.
 
Perusahaan tersebut merupakan salah satu dari tiga produsen bahan kimia terbesar di dunia. Dow memproduksi plastik, bahan kimia, dan produk pertanian.
 
“PG dan EG yang berada di dalam drum atau tong putih bertuliskan label DOW diduga merupakan bahan baku tambahan yang di-order PT AF melalui PT TBK dan PT APG,” papar Ramadhan.
 
Ramadhan menyebut diduga pelaku menggunakan drum atau tong berlabel DOW palsu atau bekas. Kemudian melakukan percikan penambahan atau oplos zat cemaran EG.
 
“Terdapat bahan yang di-order PT AF, sehingga diduga kandungan cemaran di atas ambang batas,” ungkap Ramadhan.
 
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap CV Samudra Chemical sebagai supplier bahan pelarut obat sirup Propilen Glikol (PG) yang tidak memenuhi syarat. BPOM menemukan sampel bahan pelarut yang didistiribusikan ke perusahaan farmasi mengadung Etilen Glikol (EG) hampir 100 persen.
 
Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, berdasarkan sampel bahan kimia CV SC yang diuji di laboratorium, terdapat 10 sampel bahan baku pelarut Propilen Glikol yang disampling terdeteksi mengandung EG sebesar 4,69-99,09 persen. Sedangkan, 2 sampel tidak terdeteksi EG. Hasil pengujian terhadap 2 sampel bahan baku pelarut Sorbitol yang juga disampling pada lokasi, terdeteksi mengandung EG dan DEG sebesar 0,03 persen-1,34 persen.
 
“Jadi hampir 100 persen kandungan EG bukan lagi Propilen Glikol, ini masuk pemalsuan. Labelnya PG didalamnya EG yang pencemaran menimbulkan suspek untuk gangguan ginjal atau kematian pada anak,” kata Penny dalam konferensi pers, Rabu, 10 November 2022.
 

(END)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.