Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO – Pemkab Mojokerto melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) mulai menyalurkan bantuan pembangunan Jamban Sehat tahun 2022.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 18 miliar dari P-APBD Tahun 2022 demi pembangunan jamban sehat untuk masyarakat.

Data sasaran penerima bantuan jamban sehat sesuai data dari Bidang Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Mojokerto, ada 5.598 rumah tangga yang tidak memiliki jamban layak.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memaparkan, bantuan pembangunan jamban sehat ini merupakan upaya mewujudkan Kabupaten Mojokerto bebas Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

“Tahun 2022 ini, kami ingin masyarakat di Kabupaten Mojokerto semuanya betul-betul Open Defecation Free, jadi tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar tidak di jamban yang masuk ke dalam septic tank,” ucap Bupati Ikfina usai monitoring pembangunan jamban sehat di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Jumat (18/11/2022) sore.

Ia mengungkapkan, bantuan pembangunan jamban sehat yang layak ini sebagai upaya bebas ODF.

Salah satunya warga di Desa Kepuhanyar yang saat ditemui mengaku selama 25 tahun tidak memiliki jamban layak, sehingga ia terpaksa BAB (Buang Air Besar) di sungai.

“Pemerintah Daerah mengupayakan dengan memberikan bantuan pembangunan jamban sehat yang layak, sehingga masyarakat tidak lagi buang air besar di tempat yang terbuka,” beber Ikfina.

Program bantuan pembangunan jamban sehat ini juga turut mendongkrak pemulihan ekonomi, lantaran memanfaatkan tenaga kerja masyarakat seperti melibatkan toko bangunan dan tukang warga setempat.

“Dari data-data yang masuk, jadi kami anggarkan sekitar Rp 18 miliar dan pembangunan jamban sehat per satuan yaitu Rp 3,1 juta. Dengan rincian Rp 1 juta biaya tukang, kemudian Rp 2,1 juta biaya bahan bakunya,” jelasnya.

Adapun sasarannya adalah 5.598 penerima bantuan pembangunan jamban sehat. Sedangkan, sekitar 300 data batal karena ada calom penerima bantuan meninggal dunia dan pindah domisili.

“Sudah benar-benar diverifikasi yang bisa untuk pembangunan (Jamban sehat) yakni  sebanyak 5.598,” ungkapnya.

Bupati Ikfina juga menyalurkan bantuan pembangunan jamban sehat secara simbolis dalam kegiatan World Toilet Day (Hari Toilet Sedunia) Monitoring Pembangunan Jamban Sehat, di Balai Desa Kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto.

Setelah itu, Ikfina tampak didampingi  Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono melakukan monitoring pembangunan jamban sehat di sejumlah rumah penerima bantuan dan toko bangunan penyedia bahan baku.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.