Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri berencana memberi penghargaan berupa Aparatur Sipil Negara (ASN) Award 2022.

Sosialisasi ASN Award telah dilakukan secara virtual diikuti perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Kediri.

Pendaftaran dan pengumpulan persyaratan ASN yang diusulkan dimulai pada 10 – 18 November 2022.

Tim penilai ASN Award berasal dari gabungan tim internal Pemkot Kediri dan tim Eksternal dari akademisi.

Digelarnya ASN Award 2022 bertujuan sebagai upaya dari Pemkot Kediri menuju Transformasi Birokrasi Indonesia.

Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin menjelaskan, pelaksanaan ASN Award 2022, Pemkot Kediri membagi dalam 3 kategori, yaitu kategori ASN Berkinerja; kategori ASN Berprestasi; dan kategori ASN Berinovasi.

“Seluruh ASN yang diusulkan mengikuti ASN Award ini harus dari rekomendasi kepala OPDnya masing-masing. Setiap OPD berhak mengusulkan paling banyak 3 orang,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Kediri, Bagus Alit saat sosialisasi menjelaskan, Transformasi Birokrasi Indonesia meliputi 3 aspek, yaitu Transformasi Organisasi, Transformasi SDMA, serta Transformasi Sistem Kerja.

Pemkot Kediri telah melakukan transformasi organisasi dengan melakukan Delayering Eselonisasi.

“Kita melakukan Delayering Eselonisasi, sehingga tahun 2022 ini eselon empat sudah tidak ada. Harapannya, organisasi semakin sederhana birokrasinya,” ungkapnya.

ASN Award 2022 yang akan dilakukan termasuk dalam transformasi birokrasi yaitu masuk aspek transformasi SDMA yang dibagi menjadi 6 kategori.

Di antaranya, pertama penguatan budaya kerja dan employer branding, kedua Percepatan peningkatan kapasitas SDMA, ketiga Peningkatan kinerja dan sistem penghargaan, keempat Pengembangan talenta dan karir, kelima Percepatan transformasi digital dan keenam Perancangan jabatan, perencanaan, dan pengadaan.

“ASN Award 2022 yang diadakan Pemkot Kediri termasuk dalam aspek Transformasi SDMA kategori peningkatan kinerja dan sistem penghargaan,” tuturnya.

Pemkot Kediri akan melakukan aspek transformasi sistem kerja yang terdiri dari digitalisasi pelayanan publik, dan digitalisasi proses bisnis pemerintah.

“Semua akan dilakukan digitalisasi pelayanan publik yaitu melalui super apps (Aplikasi Umum SPBE) yang bisa memenuhi semua kebutuhan terangkum dalam satu aplikasi,” jelasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.