Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO – Pengerjaan proyek rehabilitasi jalan dan jembatan sepanjang 33 kilometer di Kabupaten Mojokerto dipastikan rampung akhir tahun 2022.

Progres saat ini sebanyak 26 paket pengerjaan rehabilitasi maupun peningkatan jalan dan jembatan yang menelan anggaran ABPD senilai 109 miliar tersebut kini telah mencapai 80 persen.

Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rinaldi Rizal Sabirin menjelaskan mayoritas pengerjaan proyek jalan dan jembatan telah sesuai target.

“Progres saat ini terkait rehabilitasi jalan dan jembatan mencapai kisaran 70 persen hingga 80 persen bahkan sudah banyak juga yang 100 persen selasai,” jelasnya kepada Surya.co.id, Sabtu (12/11/2022).

Rinaldi mengatakan mayoritas pengerjaan proyek jalan dan jembatan dipastikan rampung sesuai jadwal pada akhir November dan 14 Desember.

“Mayoritas itu selasai pada akhir November dan awal bulan depan, memang ada satu sampai dua pekerjaan targetnya sampai pertengahan Desember,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan dari 27 proyek pengerjaan ada satu yang tidak terealisasi lantaran gagal lelang yakni pembangunan Tembok Penahan Jalan (TPJ) di Desa Mojopilang- Desa Mojojar, Kecamatan Kemlagi.

“Di Kemlagi memang satu batal lelang karena sudah dua kali tender tidak ada, pemenangnya ada tapi tidak lolos kualifikasi sehingga tender gagal tapi tetap akan penanganan dari kita,” jelasnya.

Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya menerangkan tender pembangunan dinding penahanan jalan di Desa Mojopilang terkendala lantaran batal lelang.

“27 paket itu tinggal 26 karena pengerjaan di Mojopilang, Kemlagi setelah kita retender tidak ada penawar sehingga akan direalisasikan di tahun depan,” ujarnya.

Menurut dia, dari 26 paket yang tersisa saat ini ada empat paket yang masih dalam tahap pengerjaan. Kendala yang dihadapi di lapangan utamanya adalah cuaca.

“Belum selesai sekitar empat kegiatan masih dalam proses karena beberapa kendala itu volume-nya banyak dan faktor cuaca hujan,” kata Henri.

Henri menyebut empat paket pengerjaan yang belum selesai di antaranya pemeliharaan berkala ruas jalan Brangkal-Badung dengan pagu mencapai sekitar Rp.9,6 miliar.

Kemudian, peningkatan atau pelebaran ruas jalan Wringinrejo-Kedungmaling, Kecamatan Sooko dengan pagu mencapai Rp.7,8 miliar.

“Tinggal pengaspalan di jalan Brangkal-Badung hampir seluruhnya selasai dan Wringinrejo-Kedungmaling sekitar 50 persen. Pengerjaan jalan di ruas Dusun Made Pacet kurang jembatan dan jalan Segaran-Domas masih kurang sekitar 300 meter,” bebernya.

Sedangkan, pengerjaan telah selesai kawasan Randugenengan dengan nama proyek Pasinan-Pohkecik, Banjaragung-Sawo dan lainnya.

“Jembatan di Dawarblandong sudah selasai tinggal proses finishing pengecatan,” pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.