Desember 5, 2022

Jakarta: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) adalah konsep pembangunan yang menjadi komitmen dunia. Konsep tersebut perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.
 
“Salah satunya, melalui kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi melalui berbagai program yang inovatif dan implementatif dalam membangun ketahanan ekonomi pedesaan,” ujar  Direktur Pusat Studi Manajemen dan Bisnis (LMFEB), FEB Universitas Padjadjaran, Bandung, Yudi Ahmad Faisal, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 12 November 2022.
 
Sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2021, kata dia, dari total 74.957 desa di Indonesia, baru sekitar dari 30 persen yang masuk dalam kategori maju dan mandiri. Berdasarkan kondisi tersebut pihaknya berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyelenggarakan program Deepening Desa Brilian.


Dimulai sejak 2020, Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis TPB. 
 
“Desa yang tergabung dalam program ‘Desa Brilian’ diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya,” ujar Yudi.
 

Sampai saat ini, 1.532 desa mengikuti program tersebut. Ada empat aspek yang dikembangkan, yaitu badan usaha milik desa (BUMDes), digitalisasi, sustainability, dan inovasi. 
 
Selain itu, dilakukan pula pemberdayaan kepada elemen-elemen kunci yang ada di desa. Meliputi perangkat desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pelaku usaha desa, dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).
 
Yudi menjelaskan inagurasi Deepening Desa Brilian merupakan puncak dari kegiatan pelatihan. Ada 144 Desa dari 7 Provinsi mengikuti pelatihan sekitar dua bulan dan mengikuti delapan kali kelas online fokus pelatihan pemberdayaan. 
 
Sebanyak tiga desa menjadi peserta terbaik. Juara pertama Desa Jangkang Satu, Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
 
Juara kedua, Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Juara ketiga, Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 
 
Ketiga Desa tersebut akan mendapatkan pendampingan langsung oleh Universitas Padjajaran selama satu bulan. Pendampingan tersebut dapat dimanfaatkan masing-masing desa untuk lebih mengembangkan potensi yang ada di desa.
 
“Dan bersama-sama mencari solusi terbaik atas permasalahan-permasalahan dan tantangan-tantangan yang ada di desa,” jelas dia.
 
Vice President of Social Entrepreneurship Incubation Division BRI M Taufik Hidayat menyatakan topik-topik pelatihan dalam kegiatan Deepening Desa Brilian dibutuhkan desa dalam menyongsong tantangan ekonomi ke depan.
 
Sementara itu, Direktur Program Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Adi Laksono berpendapat pelatihan tersebut juga mendorong masuknya isu energi sebagai salah satu hal yang mendapatkan respon serius dari desa. Hasil-hasil pembangunan, kata Adi, harus diarahkan untuk memperkuat energi, ekonomi, dan keadilan sosial. 
 
“Implementasi pengembangan energi di desa diharapkan selaras dengan keadilan sosial dan ketahanan ekonomi desa. Keadilan sosial harus dirasakan sampai level pemerintahan terkecil yaitu pemerintahan desa,” jelas Adi
 

(AGA)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.