Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP) Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan pembangunan Jamban Sehat Tahun 2022.

Agar tepat sasaran, penyaluran bantuan  pembangunan jamban sehat untuk 5.598 penerima dari anggaran P-APBD sekitar Rp 18 miliar tersebut melalui rekening toko bangunan selaku penyedia bahan. 

Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono menjelaskan, tahapan penyaluran bantuan pembangunan jamban sehat ini melalui mekanisme bantuan sosial.

“Jadi ini bansos berupa uang yang dibelanjakan bahan material dan jasa tukang untuk membangun jamban sehat,” ungkapnya, Sabtu (19/11/2022).

Baca juga: Pemkab Mojokerto Gelontorkan Anggaran Rp 18 Miliar untuk Bantuan Pembangunan Jamban Sehat

Rachmat mengatakan, nantinya penerima bantuan akan mendapat virtual account untuk menerima dana dari bank yang ditunjuk Pemerintah Daerah, yakni Bank Jatim.

Kemudian, dana itu langsung disalurkan ke toko bangunan yang sebulumnya sudah ditunjuk.

Penunjukan toko materi termasuk tukang bangunan, sesuai hasil kesepakatan kelompok penerima bantuan yang didampingi tenaga fasilitator lapangan (TFL) dari DPRKPP Kabupaten Mojokerto.

“Metode pakai virtual account melalui rekening toko material yang ditunjuk penerima bantuan jadinya aman, karena uang itu masing-masing Rp 3,1 juta masuk Rp 2,1 juta ke toko material dan Rp 1 juta ke tukang bangunan, Sehingga tidak nyantol ke mana-kemana,” jelasnya.

Menurut Rachmat, pihaknya bersama Pemdes memberikan pendampingan terhadap penerima bantuan dari tahapan penyaluran hingga pembangunan jamban sehat tersebut.

“Jadi lebih tepat sasaran, bansos senilai masing-masing Rp.3,1 juta itu ditujukan langsung melalui virtual account kepada penerima,” ucap Rachmat.

Seluruh tahapan penyaluran bantuan ini, dilengkapi dokumentasi terlampir struk pembelanjaan bahan bangunan yang dibutuhkan untuk pembangunan jamban sehat.

“Semuanya dilengkapi dengan bukti seperti berita acara dan dokumentasi pendukung dalam penyalurannya, kami memberikan pendampingan dan arahan,” pungkasnya. 

Seperti yang diketahui, Pemkab Mojokerto melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP) mulai menyalurkan bantuan pembangunan jamban sehat.

Tak tanggung-tanggung, Pemkab Mojokerto menggelontor anggaran sekitar Rp18 miliar demi pembangunan jamban sehat untuk masyarakat.

Bantuan sosial berupa pembangunan jamban sehat ini, merupakan upaya mewujudkan Kabupaten Mojokerto bebas Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Sekaligus pengendalian penularan penyakit yang disebabkan bakteri atau virus di dalam tinja.

Adanya program pembangunan jamban sehat ini dapat meniningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Mojokerto.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.