Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar membuka acara Membangun Sistem Jejaring Layanan Perlindungan Anak yang Terintegratif Lingkungan Pendidikan di Kelurahan Bandar Lor, Kamis (17/11/2022).

Kegiatan ini diikuti 100 orang yang terdiri dari guru bimbingan konseling SMP/MTs, relawan PATBM ABK, dan satgas PPA. Jejaring ini berisi diskusi agar seluruh pihak memiliki persepsi yang sama bagaimana jejaring layanan ini berjalan.

“Kita ingin punya jejaring jelas untuk teman-teman di sekolah. Kasus bullying, kekerasan dan lainnya mungkin terjadi di sekolah. Ketika hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi panjenengan semua tahu harus ke mana,” ujar Bunda Fey, sapaan Silviana.

Ia menjelaskan, di era digital saat ini banyak disuguhkan kasus-kasus yang menimpa anak-anak. Baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Adanya jejaring ini akan memudahkan penyelesaian apabila terjadi permasalahan terhadap anak. Sebab jejaring ini melibatkan banyak pihak yang menangani permasalahan terhadap anak.

“Harapannya bisa bottom up. Apabila kita melihat adanya kekerasan kita wajib menghentikan itu karena masuk ranah pidana. Dengan jejaring ini kalau ada masalah, semua bisa cepat selesai dan beres,” terangnya.

Bunda Fey mengungkapkan, di Kota Kediri banyak instansi, lembaga serta aktivis pemerhati perempuan dan anak yang turut membimbing dan melindungi anak-anak. Untuk lebih mengoptimalkan kinerja maka perlu saling terkoneksi dan terintegrasi dengan baik.

“Terima kasih untuk teman-teman yang sudah berkolaborasi dengan kami selama ini. Di forum ini kita semua bisa terhubung dengan baik. Kita berkolaborasi untuk anak-anak di Kota Kediri,” ungkapnya.

Sementara Kepala DP3AP2KB, Sumedi mengharapkan dengan edukasi melalui jejaring ini tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak. Sehingga anak-anak bisa tumbuh dengan baik di lingkungannya.

“Kita menggandeng banyak pihak di jejaring ini. Ada guru BK, LPA, lembaga psikologi, lembaga bantuan hukum dan perguruan tinggi. Semua kita rangkul untuk bekerjasama. Apabila ada permasalahan kita bisa cepat mengatasi,” imbuhnya.

Kegiatan ini menghadirkan Tatik Imadatus seorang psikolog, Mila Yunita seorang akademisi, Heru Nurdiyanto dari LPA, M Ulil Hadiyin dari Klinik Pendidikan, dan Akhir Kristiono dari Forum Kader Bela Negara. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.