Desember 6, 2022

Jakarta: Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal  Konfederasi Industri India (The Confederation of Indian Industry/CII), Candrajeet Banarje, di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama perdagangan kedua negara.
 
Zulkifli mengatakan pertemuan ini juga tindak lanjut kegiatan misi dagang yang laksanakan pada Agustus 2022. Dia berencana melakukan kunjungan ke India untuk mematangkan kerja sama antar kedua negara di bidang perdagangan.
 
“Indonesia juga tengah membentuk tim guna membahas area kerja sama tersebut,” ujar Mendag di Badung, Bali, Senin, 14 November 2022.


Mendag menyampaikan Kementerian Perdagangan akan melakukan diskusi lebih intensif dengan pihak CII di Jakarta untuk mempersiapkan kunjungan ke India. “Kami akan membawa pelaku usaha Indonesia ke India dan mengadakan pertemuan secara B2B dengan pelaku usaha India. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan perdagangan kedua negara,” ujar dia.
 
Pada Agustus 2022, Mendag Zulkifli Hasan melakukan misi dagang ke India. Dalam kesempatan itu, CII menyampaikan dukungannya agar kedua negara mengadakan perjanjian perdagangan bilateral untuk meningkatkan perdagangan dan investasi, melalui perundingan PTA, maupun Review Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India (AITIGA).
 

CII juga menyampaikan dukungannya pada keketuaan Indonesia dalam G20 tahun ini dan ingin bersinergi lebih erat untuk keberlanjutan Keketuaan G20 India 2023. Sejalan dengan Indonesia, Tim B20 India tengah mempersiapkan beberapa fokus isu terkait ketahanan ekonomi melalui rantai nilai global, energi terbarukan, dan perubahan ilkim.
 
Pada pertemuan di India, perwakilan pelaku usaha India juga mengungkapkan ketertarikan untuk sektor investasi Indonesia di bidang infrastruktur, seperti pelabuhan, bandara, dan darat; proyek pengembangan Ibu Kota Negara (IKN); serta proyek pengembangan informasi dan teknologi (artificial intelligence). Selain itu, India sedang mengembangkan National Solar Mission dan mengajak Indonesia berpartisipasi dalam transfer teknologi dan keahlian.

Perdagangan Indonesia-India

Pada periode Januari-September 2022, perdagangan Indonesia dan India mencapai USD25,5 miliar, naik 60,3 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke India mencapai USD17,9 miliar, sedangkan impor Indonesia dari India USD7,5 miliar. Dengan demikian, Indonesia mengalami surplus neraca dagang dengan India sebesar USD10,4 miliar.
 
Pada 2021, total perdagangan kedua negara sebesar USD 20,9 miliar. Ekspor Indonesia ke India mencapai USD13,2 miliar, sedangkan impor Indonesia dari India USD7,6 miliar. Sehingga, Indonesia surplus neraca perdagangan sebesar USD5,6 miliar.
 
Pada 2021, India merupakan negara dengan peringkat ke-4 sebagai tujuan ekspor dan peringkat ke-9 sebagai asal impor bagi Indonesia. Ekspor utama Indonesia ke India antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, paduan fero, asam lemak monokarboksilat, serta bijih tembaga dan konsentratnya.
 
Sementara itu, impor utama Indonesia dari India antara lain produk setengah jadi dari besi, gula tebu atau gula bit, kacang tanah, daging lembu, beku, serta logam paduan fero.
 
Dari sisi investasi, India menempati posisi ke-26 sumber Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia pada 2021. Kinerja investasi India di Indonesia selama lima tahun terdiri atas 2.738 proyek dengan total nilai investasi USD534 juta.
 

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.