Desember 6, 2022

Jakarta: Pertamina memiliki strategi khusus dalam mensukseskan target pemerintah mencapai penurunan emisi gas rumah kaca menjadi 31,89 persen dengan upaya sendiri dan 43 persen dengan dukungan internasional pada 2030.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, Pertamina telah membuktikan mereka telah berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Pertamina telah berhasil menurunkan 29 persen dari karbon emisi di 2022 jika dibandingkan dengan 2010. Angka itu setara dengan 7,4 juta ton CO2 ekuivalen yang berhasil diturunkan.
 
“Strategi itu kita lanjutkan dan scoop 3 ini kita meningkatkan produk dari bioenergy. Kita sudah berhasil dengan B30 in pun menghasilkan karbon cukup besar dan kita belum hitung di 29 persen tadi,” ucap Nicke saat ditemui di sela-sela acara Conference of The Parties (COP)-27 yang diselenggarakan di Sharm el-Sheikh, Mesir, Selasa, 8 November 2022.


Selain itu, mulai tahun ini selain biodiesel, pihaknya akan meningkatkan ke produksi B40 untuk menurunkan karbon emisi dan menurunkan impor dari APBN. Selain itu ia akan menciptakan produk bioavtur, dengan mencampur bioenergy dan avtur. “Intinya adalah di scoop 3 ini bagaimana Pertamina menggunakan bahan bakar nabati yang dimiliki Indonesia untuk kita proses jadi bioenergy,” imbuh dia.
 
Untuk mencapai aspirasi net zero, Pertamina juga telah mengembangkan strategi holistik yang disampaikan melalui dua pilar, yakni dekarbonisasi aktivitas bisnis dan pengembangan bisnis hijau. Dengan pencapaian yang diraih sampai 2021, Pertamina memiliki target ambisius hingga 2060.
 
“Indonesia punya sumber renewable energy yang sangat banyak. Tapi kuncinya di teknologi. Bagaimana kita memproses primary energy ini jadi energi yang men-support ke ketahanan energi di Indonesia,” ucap dia.
 

 
Selain itu, dari sisi financing pihaknya juga berharap agar ada kerja sama antara negara maju dan berkembang untuk menjawab tantangan yang ada.
 
“Selain itu ada human capital. Karena itu yang paling penting. Kita ini kalau mengatakan transisi energi itu no one left behind khususnya adalah tenaga kerja. Bagaimana tenaga kerja yang hari ini bekerja di sektor fuel ini, semua ekosistem pertamina bisa kita lakukan transfer teknologi, reskilling dengan berbagai cara dengan bekerja sama dengan global company lain untuk bisa kita gunakan,” tambahnya.
 
Untuk jangka panjang, pertamina menargetkan agar bisa menurunkan 11 juta ton CO2 ekuivalen pada 2030. Sementara pada 2060 pihaknya target menurunkan 26 juta ton CO2 ekuivalen.
 
“Transisi energi harus berjalan beriringan dengan menjaga ketahanan energi. Transisi energi bukan sebagai suatu ancaman, melainkan membentuk kesempatan masyarakat Indonesia agar lebih sejahtera,” pungkas dia.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 

(HUS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.