Desember 4, 2022

Jakarta: Setiap pengusaha dinilai perlu memiliki visi misi ketika membangun bisnis dan mendirikan perusahaan. Misi utama setiap pengusaha dan perusahaan semestinya adalah menciptakan customer value yang pada akhirnya bertujuan untuk membuat dunia menjadi lebih baik.
 
Chairman Innovation Economy Division di National Economic Advisory Council (NERC) Ki-Chan Kim menyebut konsepnya dengan istilah Humane Entrepreneurship. Konsep ini dapat diterapkan baik bagi perusahaan rintisan (startup) atau perusahaan yang sudah beroperasi selama puluhan tahun.
 
Kim akan menjadi visiting professor di President University (Presuniv). Sebagai visiting professor, Rektor Presuniv Chairy mengatakan, Kim akan memberikan kuliah, menjadi mentor, dan membagikan pengalamannya ke segenap sivitas akademika di lingkungan Presuniv.


Chairy menambahkan, selain sebagai akademisi, Kim juga banyak memberikan saran dan masukkan bagi sejumlah perusahaan rintisan (startup), pebisnis skala kecil dan menengah, serta perusahaan-perusahaan multinasional, seperti Samsung Electronics dan Hyundai Motors.
 
“Kim banyak memberikan saran kepada perusahaan-perusahaan tersebut tentang bagaimana cara membangun model bisnis dan ekosistem yang berkelanjutan. Konsep semacam ini bukan hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga sangat bisa diterapkan,” kata Chairy dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 November 2022.
 
Di sisi lain, seiring dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi digital, yang berperan penting dalam Revolusi Industri 4.0, Kim menilai kawasan industri Jababeka layak untuk menjadi Silicon Valley-nya Indonesia. 
 
“Presuniv dapat memainkan peran penting untuk mendukung hadirnya Silicon Valley-nya Indonesia tersebut di Jababeka. Presuniv dapat memberikan dukungan dalam bentuk riset dan memasok talenta-talenta yang sejalan dengan kebutuhan Revolusi Industri 4.0,” kata Kim.
 
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Presuniv dan Jababeka berkolaborasi dengan mendirikan Fabrication Laboratory atau FabLab. FabLab akan berperan membantu perusahaan-perusahaan yang ingin migrasi dari Revolusi Industri 3.0 ke Revolusi Industri 4.0.
 

 
Kim menekankan tentang pentingnya peran Chief Executive Officer atau CEO. Dalam bisnis, ia menyebut, CEO memiliki peran lebih dari 80 persen. Oleh karena itu, menurutnya sangat penting bagi seorang CEO untuk memahami konsep dan penerapan dari Humane Entrepreneurship.
 
“Jika CEO bisa menerapkan konsep Humane Entrepeneurship, karyawan akan mampu mengeluarkan ide-ide terbaiknya dan meningkatkan keterlibatan di perusahaan. Jika karyawan mampu memberikan ide dan kinerja terbaiknya, perusahaan tentu akan mendapatkan hasil yang terbaik pula,” ujarnya.
 
Selain itu, ia menegaskan, pemasaran menjadi arah dan tujuan dari bisnis. Maka dari itu melalui konsep Humane Entrepreneurship dan Marketing 5.0 Kim mencoba menyintesiskan antara kemanusiaan, bisnis, dan pemasaran.
 
“Jadi, perusahaan harus mempunyai tujuan yang jelas. Kalau tidak, itu sama  saja dengan membuang-buang sumber daya. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, pemasaran harus berjalan beriringan dengan teknologi. Pada era sekarang, penggunaan teknologi harus untuk high-touch marketing,” kata Kim.
 

(END)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.