Desember 6, 2022

 

SURYA.co.id | LAMONGAN – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membekali para sarjana lulusan Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Paciran Lamongan.

Tiga hal yang dapat dilakukan para wisudawan, agar menjadi lulusan yang menarik itu disampaikan Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar saat hadir diacara rapat senat terbuka wisuda sarjana X program sarjana strata satu (S1) di Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Sabtu (12/11/2022).

Menurut Gus Halim, terdapat 3 hal yang dapat dilakukan wisudawan agar menjadi wisudawan yang menarik yaitu, menjadi yang pertama dalam sebuah perubahan atau inovasi, menjadi yang terbaik dalam segala hal baik akhlak, penampilan, keilmuan, dan berani tampil berbeda dalam hal kebaikan.

“Saya mengajak para wisudawan, wisudawati, lulusan, maupun alumni, untuk meraih salah satu dari ketiga itu, ” katanya.

Dengan tiga hal tersebut, diharapkan dapat terus menginspirasi apa yang harus dilakukan oleh alumni-alumni yang hari ini diwisuda.

Bahkan Mendes PDTT menegaskan, bahwa pesantren bukan hanya memiliki sanad keilmuan tetapi memiliki sanad keberkahan.

“Karena hidup kalau tidak ada keberkahan itu tidak ada gunanya, ” ujar Gus Halim.

Sementara itu, apa yang diungkapkan Mendes PDTT, sempadan dengan yang sedang dilakukan oleh Pemkab Lamongan.

Menurut Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang hadir diacara rapat senat terbuka wisuda sarjana X program sarjana strata satu (S1) di Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan mengatakan, jika peemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya mengkolaborasikan pentahelix untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dalam rangka melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, lebih-lebih mempunyai keimanan dan ketaqwaan.

Ia optimistis dengan bekal ilmu pengetahuan yang didapat para sarjana di Institut Pesantren Sunan Drajat
ada kekhususan yang lebih yakni, iman dan taqwa.

“Sehingga dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disandingkan dengan iman dan taqwa akan menjadikan para wisudawan dan wisudawati menjadi sarjana yang mempunyai daya saing yang tinggi, ” ungkapnya.

Diungkapkan, capaian indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tahun 2021 mencapai 72,49 persen atau tergolong baik, begitu juga dengan indeks pendidikan sebesar 0.61 persen.

” Capaian social capital tersebut harus terus dijaga di tengah pengaruh dan kemajuan globalisasi, ” katanya.

Yuhronur menambahkan, agara para lulusan sarjana untuk terus adaptif dan menangkap peluang, agar memiliki daya saing yang tinggi era digital yang perkembangannya begitu besar.

Berdasarkan hasil penelitian, saat ini pengguna internet di Indonesia sebesar 73,7


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.