Desember 5, 2022

Jakarta: Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dinilai berpotensi dihelat dua putaran jika yang maju sebagai calon presiden (capres) lebih dari dua nama. Sebab, diprediksi tidak akan ada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang mampu menembus angka 50 persen plus 1 di putaran pertama.
 
Lembaga Skala Survei Indonesia (SSI) memaparkan hasil simulasi tiga capres. Yakni, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua DPR Puan Maharani.
 
Dari simulasi tersebut, dukungan kepada Prabowo hanya mencapai 31,3 persen, Anies 28,1 persen, dan Puan Maharani 3,0 persen. Sementara itu, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab atau rahasia atau belum memutuskan sebanyak 37,6 persen.


“Jika yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab atau belum memutuskan ditambahkan secara proporsional ke masing-masing kandidat, belum ada satu capres yang bisa mengumpulkan suara 50 persen plus 1. Itu artinya pilpres harus dilanjutkan ke babak kedua dan yang akan maju adalah Prabowo Subianto melawan Anies Baswedan,” ujar Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim MS, dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 November 2022.
 
Jika masuk ronde kedua, SSI memprediksi Prabowo akan lebih unggul dengan tingkat eleksi 33,2 persen dan Anies sebesar 28,4 persen. Sementara itu, 38,4 persen masyarakat belum menentukan pilihan atau merahasiakannya.
 
Namun, jika suara tersebut ditambahkan secara proporsional ke masing-masing kandidat, suara Prabowo bakal menembus angka 50 persen. “Itu artinya, Prabowo Subianto akan menang di ronde kedua,” ujar dia.
 

Simulasi juga dilakukan dengan nama lain, yakni Prabowo, Anies, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Lagi-lagi, Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran.
 
Dari simulasi ini, perolehan suara Ganjar diprediksi unggul di putaran pertama dengan 29,7 persen, Prabowo 24,8 persen, dan Anies 23,5 persen. Sementara itu, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab atau rahasia atau belum memutuskan sebanyak 22 persen.
 
Namun, suara yang masih mengambang tersebut jika disebar secara proporsional ke masing-masing kandidat, tetap belum ada yang bisa menyentuh angka 50 persen plus satu di putaran pertama. Prabowo dan Ganjar pun bakal bertarung kembali di ronde kedua.
 
Jika simulasi ini terjadi, potensi Prabowo untuk memenangkan Pilpres 2024 cukup lebar. Sebab, tingkat eleksi Prabowo mencapai 35,3 persen, sedangkan Ganjar 33,8 persen.
 
Di samping itu, ada 33,8 persen responden yang belum menentukan pilihan atau merahasiakan pilihannya. Namun, jika didistribusikan secara proporsional, perolehan suara Prabowo tetap lebih unggul dari Ganjar.
 
Survei dilakukan kepada 1.200 responden di 34 provinsi pada 6-12 November 2022. Metodelogi yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.