Desember 5, 2022

Kherson: Aparat kepolisian Ukraina dan petugas kantor berita radio serta televisi lokal kembali masuk ke Kherson setelah pasukan Rusia mundur dari kota tersebut.
 
Kepala Kepolisian Nasional Ukraina, Ihor Klymenko, mengatakan dalam sebuah unggahan via Facebook pada Sabtu, 12 November 2022, bahwa sekitar 200 petugas sudah bekerja kembali di Kherson, termasuk menyiapkan pos pemeriksaan dan mendokumentasikan bukti-bukti kemungkinan kejahatan perang Rusia.
 
Polisi Ukraina juga sedang bekerja untuk mengidentifikasi dan menjinakkan sejumlah ranjau atau alat perang lainnya yang belum meledak. Seorang pencari ranjau dikabarkan terluka hari ini saat sedang menyisir sebuah gedung administrasi di Kherson.


Dikutip dari The Global and Mail, badan pengawas komunikasi Ukraina mengatakan bahwa siaran televisi dan radio nasional telah dilanjutkan di Kherson. Penasihat wali kota Kherson, Roman Holovnya, mengatakan bahwa bantuan dan perbekalan kemanusiaan mulai berdatangan dari wilayah tetangga Mykolaiv.
 
Berbicara di televisi Ukraina, Holovnya mengatakan bahwa “bencana kemanusiaan” tengah terjadi di Kherson. Ia mengatakan warga Kherson kekurangan pasokan air, obat-obatan, dan makanan.
 
Kepala dari Khersonoblenergo, operator penyedia listrik sebelum terjadinya perang di kawasan itu, mengatakan bahwa aliran listrik telah dipulihkan “ke setiap rumah di wilayah Kherson” mundurnya pasukan Rusia.
 
Dalam pemberitahuan via media sosial pada Sabtu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan bahwa Rusia sedang memperkuat garis pertempuran mereka di tepi timur Sungai Dnieper setelah meninggalkan kota Kherson. Saat ini, sekitar 70 persen wilayah Kherson (di luar ibu kota) masih berada di bawah kendali Rusia.
 
Pejabat Ukraina dari kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan kewaspadaan meski kota Kherson sudah direbut kembali. Jumat kemarin, badan intelijen Ukraina mencurigai adanya sejumlah tentara Rusia yang masih tinggal di Kherson dan menyamar dengan menggunakan pakaian sipil.
 
“Bahkan ketika kota belum sepenuhnya dibersihkan dari kehadiran musuh, warga Kherson sudah menghapus sendiri simbol Rusia dan jejak penjajah yang tinggal di Kherson dari berbagai ruas jalan dan bangunan,” kata Zelensky dalam pidato video pada Jumat malam.
 
Serangkaian foto di media sosial pada Sabtu ini menunjukkan para aktivis Ukraina memindahkan plakat peringatan yang dipasang otoritas pendudukan di Kherson. Sebuah konten Telegram di saluran milik Yellow Ribbon, sebuah gerakan “perlawanan publik” Ukraina, menunjukkan dua orang di sebuah taman sedang menurunkan plakat yang menggambarkan sosok militer era Uni Soviet.
 
Dalam dua bulan terakhir, militer Ukraina mengklaim telah merebut kembali puluhan kota dan desa di utara kota Kherson.
 
Baca:  Ukraina Sebut Puluhan Kota Direbut Kembali Setelah Rusia Mundur
 
Mundurnya Rusia merupakan kemunduran signifikan bagi Rusia, sekitar enam pekan setelah Vladimir Putin menganeksasi wilayah Kherson dan tiga provinsi lainnya di Ukraina selatan dan timur.
 
Putin dengan tegas mengatakan bahwa empat area Ukraina yang dianeksasi tersebut merupakan wilayah Rusia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.