Desember 6, 2022

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali membatasi jumlah penonton dalam penyelenggaraan konser musik. Kebijakan ini dikeluarkan seiring adanya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di Jakarta.
 
Ketentuan ini diatur dalam Surat Keputusan (SK) No e-1963/PW.01.02 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 Corona Virus Disease 2019 pada Sektor Usaha Pariwisata. SK ini dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.
 
Kepala Disparekraf DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan pembatasan dilakukan sebagai upaya mitigasi dampak aktivitas penyelenggaraan konser musik yang menimbulkan potensi kerumunan dan kerawanan terhadap keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung.


“Penyelenggara wajib melakukan pengaturan pengunjung atau crowd control management sesuai dengan jumlah pengunjung. Selain itu, aplikasi PeduliLindungi wajib digunakan untuk melakukan skrining. Sehingga yang diizinkan masuk hanya pengunjung dan karyawan dengan kategori hijau saja,” ujar Andhika di Jakarta, Jumat, 11 November 2022.
 
Andhika menjelaskan beberapa hal perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan konser musik di Jakarta, yaitu penyelenggara event wajib membatasi pengunjung dengan kapasitas maksimal 70 persen dengan jam operasional mulai dari pukul 11.00-24.00 WIB. Selain itu, penyelenggara wajib melengkapi surat rekomendasi dari Satgas Covid-19, tanda daftar pertunjukan temporer (TDPT), serta izin keramaian dari otoritas kepolisian.
 

Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah pengaturan alur kedatangan dan kepulangan pengunjung, serta layout tempat pertemuan/event, seperti penempatan meja, kursi, booth, lorong, jalur evakuasi, serta penerapan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M) untuk mencegah penyebaran virus covid-19.
 
Selain itu, penyelenggara wajib menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung, serta wajib menyediakan sistem payment gateway untuk proses transaksi dan registrasi tiket.
 
“Dalam surat keputusan PPKM Level 1 yang terbaru tersebut, juga telah mengatur kewajiban penyelenggara untuk memiliki kompetensi yang berkaitan dengan event venue management. Kami berharap, dengan adanya ketentuan penyelenggaraan musik ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara event untuk menghadirkan konser yang aman dan kondusif,” ujar dia.
 
Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memerintahkan Dinas Parekraf DKI Jakarta untuk mengurangi kapasitas penonton konser musik. Hal ini guna menahan laju penyebaran covid-19. Terlebih, ada kenaikan kasus covid-19 sejak akhir Oktober 2022.
 

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.