Desember 8, 2022

Yogyakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong evaluasi dan menjajaki berbagai kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang telah berlangsung maupun peluang-peluang baru kerja sama kedua institusi.
 
Selain itu, juga membahas penguatan penyelenggaraan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM) melalui program magang mahasiswa. Program besutan Kemendikbudristek ini mendorong mahasiswa tingkat akhir untuk menimba ilmu secara langsung di dunia industri.
 
“Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas mahasiswa ke industri, namun juga dapat meningkatkan mobilitas dosen ke industri dan praktisi industri ke kampus,” ungkap Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 21 November 2022.
 
Hanggara mengatakan, selama ini telah terjalin kerja sama yang positif antara perusahaan dan pihak kampus. Kedepannya, dia berharap kerja sama kedua institusi semakin menguat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
 
Ditambahkan Hanggara, Pupuk Kaltim memerlukan masukan dari perguruan tinggi untuk membuat operasional pabrik lebih efisien dan kompetitif. “Kami meminta bantuan dari perguruan tinggi yang mempunyai ilmu dan kompetensi yang lebih dibanding kami karena resources yang kami miliki jumlahnya terbatas,” ujarnya.
 
Hanggara berharap ke depan kerja sama dengan Fakultas Teknik UGM akan terus terjalin sekaligus menciptakan peluang-peluang di bidang lainnya untuk dikerjakan secara bersama-sama.
 
“Dengan kerja sama yang lebih baik, dari sisi industri benefitnya adalah kita bisa meningkatkan efisiensi operasi. Dari sisi perguruan tinggi, akan menambah pengetahuan dari dosen, sehingga para dosen selalu meningkatkan pengetahuan yang tidak hanya text book, tapi juga applicable,” paparnya.
 

 
Sekretaris Departemen Teknik Kimia UGM Rochim Bakti Cahyono menuturkan, kerja sama penelitian Departemen Teknik Kimia, FT UGM dan Pupuk Kaltim antara lain dilakukan melalui kajian penelitian untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pupuk NPK di masa depan. Hal ini dapat dipahami karena selama ini pengadaan bahan baku Kalium dan Fosfor untuk pupuk NPK masih dipenuhi melalui impor dengan harga yang semakin meningkat.
 
“Diskusi hari ini membuatkan ide untuk mendapatkan bahan baku Phospat dan Kalium dari bahan baku atau limbah yang ada. Selain penelitian, selama ini juga telah berlangsung program kerja sama seperti pelatihan karyawan Pupuk Kaltim, sehingga itu akan terus didorong,” tuturnya.
 
Selain kerja sama dalam bidang penelitian, Rochim juga menambahkan ada juga kerja sama dalam hal pembuatan roadmap zero waste di Pupuk Kaltim. Usai pembahasan ini, diharapkan nantinya sampah domestik dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif boiler di Pupuk Kaltim.
 
Ada beberapa proyek yang ke depan akan dilakukan Departemen Teknik Kimia UGM bersama dengan Pupuk Kaltim. Salah satunya adalah pembuatan Operator Training Simulator (OTS). Ini merupakan perangkat lunak simulasi pabrik yang dapat menjadi sarana pelatihan bagi karyawan Pupuk Kaltim dalam mengoperasikan pabrik.
 
“Kerja sama penelitian juga akan tetap berlanjut. Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pupuk nasional yang sangat dekat dengan teknik kimia dan fakultas teknik. Sepuluh tahun terakhir kami sangat intensif bekerja sama karena membuka diri lebih agresif,” katanya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 

(HUS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.