Desember 8, 2022

Jakarta: Pertamina meraih posisi kedua dalam penerapan Environment, Social, and Governance (ESG) dunia di seluruh lini bisnis dalam kategori Oil and Gas dari perusahaan pemeringkatan global Sustainalytics. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, melihat bahwa kesuksesan itu merupakan bukti Pertamina setara dengan perusahaan global.
 
“Penghargaan ini membuktikan Pertamina bisa disejajarkan dengan perusahaan migas internasional. Tentu ini akan berdampak positif bagi perkembangan korporasi. Pertamina membuktikan sangat kompetitif di tingkat global,” ujar Trubus dilansir Antara, Selasa, 9 November 2022.
 
Menurut dia, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa BUMN energi tersebut memang concern menjalankan seluruh lini bisnis yang berorientasi pada lingkungan bersih, green economy, dan ekonomi berkelanjutan. Bahkan, lanjut dia, keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan komitmen Pertamina dalam menjalankan roadmap Net Zero Emission (NZE) untuk mencapai target nol emisi pada 2060.


“Jadi, pada tingkat aksi, Pertamina juga menempatkan posisi sebagai perusahaan yang mampu menjawab perubahan. Termasuk perubahan saat ini terkait lingkungan dan energi bersih, upaya untuk mencapai target NZE. Jadi, baku mutu itu sudah berjalan,” kata dia.
 
Trubus berharap keberhasilan Pertamina ini menjadi contoh bagi perusahaan lain, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun tata kelolanya.
 
“Dalam hal ini, Pertamina sudah menjadi role model karena dari sisi akuntablitas, good governance, dan pelayanan publik mereka juga mengalami lompatan luar biasa. BUMN lain harusnya mengikuti Pertamina,” kata dia.
 
Baca: Pertamina Susun Strategi Khusus Demi Sukseskan Target Penurunan Emisi GRK
 

Sustainalytics menempatkan Pertamina pada peringkat kedua ESG secara global, terutama dalam sub-industri integrated oil & gas. Posisi tersebut melonjak dibandingkan 2021 yang berada di peringkat nomor delapan dari 54 perusahaan. 
 
Prestasi tersebut antara lain juga ditandai dengan keberhasilan perusahaan menurunkan 29 persen emisi karbon yang dihasilkan Pertamina Group.
 
Sustainalytics menilai aktivitas Pertamina di bidang eksplorasi, produksi, serta pengolahan minyak, gas, dan petrokimia memiliki risiko tinggi. Namun, pengelolaan risiko yang dilakukan Pertamina dipandang kuat terutama terkait land use & biodiversity, human capital, dan occupational health & safety.
 

(UWA)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.