November 26, 2022

Solo: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pekerjaan revitalisasi Kawasan Taman Balekambang yang berada di Jalan Ahmad Yani, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. 
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakanrevitalisasi akan mengembalikan fungsi awal Taman Balekambang sebagai kebon rojo atau kebun raja untuk taman di tengah kota. 
Revitalisasi dilaksanakan oleh kontraktor PT PP senilai Rp159,4 miliar dengan biaya APBN TA 2022-2023.
 

Lingkup pekerjaan revitalisasi mencakup pembangunan panggung pertunjukan terbuka, gedung pertunjukan, pendopo kedatangan, aviary & taman rusa, taman bunga, skywalk, dan embung serta kolam partini.


“Pekerjaan revitalisasi taman ini harus hati-hati betul. Kembalikan ke bentuk awalnya, sehingga bangunan-bangunan yang tidak perlu akan dirobohkan. Menurut Presiden Joko Widodo dahulu taman tersebut pernah menjadi salah satu taman terbaik di Asia Tenggara,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 6 November 2022.
 
Untuk itu Menteri Basuki berpesan dalam pelaksanaan konstruksinya agar lebih mengedepankan keseimbangan dan keramahan lingkungan. Tujuannya agar taman ini lebih banyak ruang terbuka hijau tempat masyarakat bersosialisasi.
 
“Jadikan botanical garden yang alami dengan tidak menebang pohon dan terlalu banyak menggunakan beton. Penggunaan pembatas tidak pakai beton tapi pakai batu alam,” ujarnya.
 
Selain penataan ruang terbuka hijau dan pembangunan gedung pertunjukan, Kementerian PUPR akan melakukan pengerukan danau.
 
”Danau akan dikembalikan ke kondisi semula. Sedimentasinya sudah puluhan tahun. Kita renovasi seperti di Taman Mini Indonesia Indah,” ungkapnya.
 
Untuk menjaga kondisi alami taman, Menteri Basuki akan mempertahankan satwa yang ada di Taman Balekambang. Selain rusa, terdapat kelinci yang bisa diberi makan oleh pengunjung.
 
Taman Balekambang dibangun pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegoro VIII yani 26 Oktober 1921. Pembangunan taman sebagai wujud kasih sayang KGPAA Mangkunegoro VII kepada kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah.

 

(KIE)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.