November 26, 2022

SURYA.CO.ID, JEMBER –  Ribuan orang pelajar dan wali murid memainkan angklung dalam acara Gebyar Angklung di Alun-Alun Jember, Rabu (16/11/2022).

Permainan angklung bersama antara anak dan orang tua tersebut, memecahkan rekor terbanyak dan tercatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Berdasarkan catatan MURI, Gebyar Angklung itu diikuti oleh 3.364 orang peserta atau 1.682 pasang.

“Kami umumkan, bermain angklung pasangan siswa dan orang tua 1.682 pasang, resmi tercatat di rekor MURI,” ujar Eksekutif Manajer Rekor MURI, Sri Widayati.

Sri menuturkan, pemecahan rekor untuk permainan angklung sudah tercatat di MURI. Namun untuk permainan angklung secara berpasangan siswa dan wali murid dalam jumlah terbanyak baru dipecahkan di Kabupaten Jember.

Gebyar Angklung ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Angklung Sedunia, sekaligus peringatan 12 tahun angklung dinyatakan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Peserta permainan angklung itu berasal dari SMP  Maria Fatima dan Perkumpulan Dharma Putri yang ada di Jember.

Ketua penyelenggara acara, Suster Miriam Juniati  dalam laporannya mengungkapkan, kegiatan Gebyar Angklung ini  bertepatan dengan Hari Angklung Sedunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada 16 November 2010.

“Ttujuan dari kegiatan ini agar terjalin hubungan akrab antara orang tua dan anak, sehingga anak bisa menghargai dan berbakti kepada orang tua. Diharapkan juga bisa menumbuhkan rasa cinta dengan alat tradisional angklung, serta memberikan stimulus kepada peserta untuk melestarikan angkung sebagai warisan budaya Indonesia,” kata Miriam.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dari tenaga pendidik, orang tua dan anak.

Menurut Bupati Hendy, kegiatan bermain angklung bersama ini sebagai bagian agar menciptakan hubungan yang terjalin mesra di era modernisasi saat ini. 

Angklung, lanjutnya, tidak hanya menjadi alat musik tradisional asli Indonesia, namun angklung merupakan alat musik seni khas indonesia yang memadukan beberapa perbedaan menjadi sesuatu harmoni yang indah. 

Tak lupa, Bupati mengucapkan terima kasih kepada Saung Angklung Udjo Bandung.

“Mohon setelah kegiatan Rekor MURI ini bisa memberikan arahan dan latihan kepada masyarakat Jember, sehingga menimbulkan kreativitas seperti kentongan maupun seni yang lain di Jember,” imbuh Hendy. 

Selain diikuti oleh pelajar dan orang tua, sejumlah pejabat di Kabupaten Jember juga terlihat asyik ikut memainkan angklung seperti Bupati Jember Hendy Siswanto, Wabup KH MB Firjaun Barlaman, Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo juga Dandim 0824 Jember Letkol Inf Batara C Pangaribuan.

Peserta Gebyar Angklung mengiringi empat lagu memakai angklung, antara lain lagu Laskar Pelangi dan Tanah Airku.

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.