Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi tuan rumah konferensi internasional Bandung-Belgrade-Havana (BBH).

Konferensi BBH berkonsep roadshow ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair pada Senin (711/2022) hingga Senin (14/11/2022).

Namun, Unair berkesempatan menjadi tuan rumah selama dua hari saja, tepatnya pada Kamis (10/11/2022) hingga Sabtu (12/11/2022). 

Sebanyak lebih dari 150 peserta dari seluruh dunia diajak berkeliling mulai dari Jakarta, kemudian berkeliling ke Bandung, Blitar, Surabaya, dan berakhir di Pulau Dewata Bali.

Ini berkat kerja sama Unair dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, Universitas Padjadjaran (Bandung), dan Universitas Udayana (Bali).

Mengusung tema “Bandung-Belgrade-Havana (BBH) in Global History and Perspective: What Dreams, What Challenges, What Projects for a Global Future?”, BBH digelar sebagai langkah Unair menyambut Konferensi Group Twenty (G20).

Peserta Konferensi Internasional BBH
Peserta Konferensi Internasional BBH hari pertama, Kamis (10/11/2022)

Seperti disampaikan Ketua konferensi BBH dari UNAIR Lina Puryanti dalam keterangan resmi yang diterima SURYA.CO.ID.

“Selain terinspirasi dari KTT Asia-Afrika, kami menyelenggarakan kegiatan ini untuk mengimplementasikan amanat Bapak Presiden Indonesia dalam Asian-African Summit, 2015.”

“Kita harus bekerja sama untuk menghadapi tantangan kekerasan, konflik, dan radikalisme di masyarakat kita, serta menghormati dan melindungi hak-hak masyarakat.”

“Konferensi BBH ini adalah salah satu upaya untuk mengantisipasi tantangan-tantangan tersebut,” terang Lina.

Terselenggaranya konferensi BBH tidak lepas dari ide diskusi saat UNAIR menjadi salah satu panitia The Rise of Asia, sebuah seri konferensi di Prancis.

Lina, yang juga Wakil Dekan III FIB Unair itu, mengatakan bahwa BBH merupakan hasil kesepakatan panitia dari Jakarta, Bandung, dan Bali.

“Konferensi BBH mendorong partisipasi para scholars dari berbagai disiplin ilmu, mulai studi budaya, ekologi, ekonomi, geografi, sejarah, humaniora, bahasa, hingga manajemen. Konferensi ini juga dihadiri praktisi dari berbagai bidang professional dengan peserta di berbagai wilayah geografis, seperti Afrika, Amerika Utara dan Selatan, Australia, Asia, dan Eropa,” lanjut perempuan yang sekaligus menjadi Wakil Dekan III FIB UNAIR tersebut.

Dalam kegiatan ini, Universitas Airlangga berusaha menyiapkan wacana yang menyeimbangkan bagi masyarakat global.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.