November 26, 2022

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mempersiapkan tahapan rekrutmen badan adhoc Pemilu 2024 yang akan segera dimulai.

KPU Jatim berharap berbagai elemen dapat turut serta, termasuk terpenuhinya keterwakilan perempuan minimal 30 persen.

Mengacu pada jadwal tahapan, rekrutmen badan adhoc ini akan dimulai pada 20 November 2022 untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Secara maraton tahap ini akan berlangsung hingga direncanakan anggota PPK akan dilantik pada 4 Januari 2023 mendatang.

Sementara untuk jadwal pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan dimulai pada 18 Desember 2022, dan tahapannya akan berlanjut hingga anggota PPS bisa dilantik pada 17 Januari 2023.

Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan (SDM dan Litbang) KPU Jatim, Rochani menjelaskan, pedoman teknis pembentukan badan adhoc penyelenggara Pemilu diatur dalam Keputusan KPU nomor 476 tahun 2022.

Keputusan KPU itu memuat mengenai persyaratan dan sejumlah ketentuan lain. Termasuk diantaranya keterwakilan perempuan. “Kami berharap bisa terpenuhi keterwakilan 30 persen perempuan,” kata Rochani saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Jumat (18/11/2022).

Terkait keterwakilan perempuan di rekrutmen badan adhoc ini, diatur sebagai pertimbangan persyaratan.
Selain itu, Rochani juga berharap, lantaran selama ini keterwakilan perempuan di badan adhoc di Jawa Timur belum terpenuhi, misalnya di Pilkada 2020 lalu.

“Data pada Pilkada 2020 di Jatim, masih belum terpenuhi untuk PPK hanya 19 persen,” jelas mantan Ketua KPU Kota Batu tersebut.

Di sisi lain, Rochani mengatakan, rekrutmen badan adhoc ini juga membuka kesempatan kepada kalangan disabilitas.

“Demikian juga harapan partisipasi bagi penyandang disabilitas, selama memenuhi persyaratan dan mampu menjalankan tugas,” ucap Rochani.

Untuk diketahui, sebelumnya PPK yang akan dibutuhkan diseluruh Jawa Timur diperkirakan berjumlah 3.330 orang.

Rinciannya, 5 orang di setiap kecamatan. Sementara kecamatan di Jawa Timur berjumlah total 666.

PPS atau Panitia Pemungutan Suara yang berada ditingkat Desa/Kelurahan. Rencananya, seluruh Jawa Timur butuh 25.437 Orang Anggota PPS. Rinciannya, 3 orang dikali 8479 Desa/Kelurahan.

Sebelumnya, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam dalam agenda sosialisasi dan koordinasi bersama stakeholder beberapa waktu lalu menjelaskan perekrutan saat ini sedikit berbeda dari Pemilu sebelumnya.

“Untuk Pemilu dan Pemilihan 2024 proses pendaftarannya melalui aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA),” jelas Anam.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.