Desember 6, 2022

Berita Sidoarjo

SURYA.co.id | SIDOARJO – Tahun ini Sidoarjo punya dua sekolah baru tingkat SMP, yakni SMPN 2 Tulangan dan SMPN 2 Prambon.

Kedua sekolahan itu sedang proses pembangunan dan ditarget tuntas akhir tahun 2022. 

Penambahan SMP di dua kecamatan itu bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di Kota Delta, utamanya di kawasan Sidoarjo barat.

Sejak pemberlakuan zonasi, pelajar di dua kecamatan itu kesulitan mendapatkan kesempatan masuk sekolah SMP negeri karena keterbatasan sekolah negeri di sana.

Kedua wilayah itu baru punya satu sekolah SMP Negeri, padahal daerah lainnya di setiap kecamatan minimal sudah memiliki dua SMP Negeri.

Seperti di Kecamatan Candi sudah ada 3 SMPN, di Kecamatan Sidoarjo ada 6 SMPN, Buduran ada 2 SMPN, Gedangan ada 2 SMPN, Sedati ada 2 SMPN, Waru ada 4 SMPN, Sukodono ada 2 SMPN, dan sebagainya.

Semua Kecamatan punya minimal dua, kecuali Tulangan dan Prambon yang baru punya satu.

“Pemerataan infrastruktur pendidikan untuk warga Sidoarjo terus kami tingkatkan. Seperti menambah 2 unit lagi sekolah SMP Negeri, yakni di Tulangan dan Prambon. Untuk  SMPN 2 Tulangan sudah dalam proses pembangunan, lokasinya di Desa Grinting,” ujar Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor, Minggu (13/11/2022).

Tahun ini Dinas Pendidikan Sidoarjo menyelesaikan pembangunan 9 ruangan SMPN 2 Tulangan dan target rampungnya sebelum akhir Desember.

Secara bertahap pembangunan akan dilanjutkan di tahun berikutnya.

Sedangkan progres SMPN 2 Prambon dalam proses penentuan lokasi dan direncanakan mulai pembangunannya tahun 2023 mendatang.

“Tujuan utama penambahan sekolah di dua kecamatan itu agar anak-anak bisa memperoleh kesempatan yang sama yaitu bisa belajar di sekolah SMP Negeri, seperti halnya di kecamatan lainnya yang rata-rata sudah ada dua sekolah SMPN,” lanjutnya.

Gus Muhdlor menegaskan peningkatan pendidikan di Sidoarjo tidak hanya konsentrasi pada pembangunan fisik saja, namun terus mendorong untuk memantapkan konsep merdeka belajar yang berorientasi pada kecerdasan sosial, kultural dan spiritual.

Membangun SDM yang unggul tidak bisa dilakukan dengan kerja setengah-setengah saja, harus dilakukan dengan totalitas.

Ada dua konsep yang akan dibangun dan jadikan pijakan dalam merealisasikan merdeka belajar.

“Pertama membangun fasilitas atau meningkatkan infrastruktur pendidikan, kedua membangun konsep merdeka belajar yang berorientasi pada tigal hal, yakni cerdas sosial, kultural, spiritual,” tandasnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.