Desember 6, 2022

Surakarta: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membangunan rumah layak huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta. Pembangunan dilakukan atas kerja sama dengan Pemerintah Kota Surakata dan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Dinas Cipta Karya Kementerian PUPR. 
 
SMF melalui program inisiatif strategisnya yaitu Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh mendirikan bangunan rumah baru bagi MBR di Kawasan Semanggi. Kawasan tersebut merupakan wilayah relokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Surakarta bagi warga yang
sebelumnya bermukim di kawasan kumuh bantaran Sungai Pemulung Bengawan Solo.
 
Melalui program ini SMF mengalirkan bantuan dana hibah sebesar Rp3,2 miliar dengan menggunakan anggaran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkanmelalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). 


Sebanyak 47 rumah layak huni telah rampung dibangun di wilayah RW 1 Kelurahan Mojo yang memiliki luas 3,72 hektar, yang merupakan bagian dari Kawasan Semanggi yang memiliki total luas 15.368 hemtar. Pembangunan rumah tersebut menerapkan standar rumah layak huni yang merujuk pada standar Sustainability Development Goals (SDGs).
 
Warga Mojo yang mayoritas bermata pencaharian tidak tetap seperti buruh bangunan, petugas parkir, serta buruh serabutan kini bisa memiliki hunian yang layak dan sehat dibandingkan hunian sebelumnya. Di mana warga yang tinggal di sekitar Tanggul Parapet Sungai Pemulung Bengawan Solo yang memiliki karateristik permukiman yang tidak layak, tidak sehat dan tidak teratur yang memadati sepanjang drainase sabuk tanggul Sungai Pemulung Bengawan Solo.
 

“Kami merasa senang dan merasa terbantu  dengan program ini, dan hari Ini hari rumah-rumahnya sudah selesai, warga sudah menerima kuncinya dan bisa segera pindah hari ini, jadi rumahnya bisa segera ditempati, direlokasi,” kata Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 November 2022.
 
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud dari komitmen Perseroan sebagai Special Mission Vehicle dalam pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs khususnya dalam hal pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan, yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. 
 
Ananta berharap program ini diharapkan menjadi sebagai salah satu upaya mengurangi kekumuhan di bantaran sungai, juga turut membantu penanganan kemiskinan ekstrim, dengan merelokasi warga ke permukiman yang lebih layak sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.
 
“Sebagai BUMN dibawah Kementerian Keuangan salah satu tugas kami adalah membantu pendanaan infrastruktur perumahan, salah satunya membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni,” jelasnya.
 
Menurutnya, sumber dana SMF berasal dari APBN dan pasar modal, dan Program Kotaku
ini merupakan program jangka panjang yang dilakukan oleh pihaknya dari Sabang sampai Merauke.
 
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya bantuan ini dengan sebaik-baiknya dengan terus menjaga dan merawat rumahnya agar dapat emmberikan manfaat jangka panjang,” kata Ananta.
 
Surakarta menjadi kota ke-13 yang diresmikan, dari total 16 lokasi yang sudah terealisasi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga NTT. Sejak tahun 2019 hingga saat ini Perseroan telah merealisasikan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh sebanyak 370 rumah di 16 lokasi dengan serapan anggaran mencapai Rp27,64 miliar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id

 

(KIE)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.