Desember 8, 2022

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut latar belakang didirikannya G20 adalah merupakan sebuah forum dalam rangka merespons krisis keuangan Asia 1997-1999, kemudian krisis di Amerika Latin. Hal itu dikatakan katakan saat sesi wawancara dengan Senior Journalist BBC Hong Kong Yang Chen seputar peran G20 dan Leaders Summit.
 
Selain itu, Sri Mulyani mengatakan, G20 saat itu berfokus untuk menangani krisis keuangan dan ekonomi global yang memerlukan koordinasi antarpembuat kebijakan fiskal dan moneter, termasuk dengan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF. Dalam hal ini G20 beranggotakan negara maju dan negara berkembang.
 
Mengutip keterangan tertulisnya, Kamis, 17 November 2022, ia melanjutkan, pada saat krisis keuangan global 2008-2009 yang berimplikasi pada krisis ekonomi dan keuangan global membuat peran G20 semakin kuat.


Adapun Forum G20 pada level pimpinan negara dibentuk dalam format Leaders Summit sebagai forum koordinasi untuk menyelamatkan dunia dari krisis melalui pengaturan dan implementasi sektor keuangan, serta direspons melalui reformasi sektor keuangan dalam kesepakatan Basel III dan pembentukan Financial Sector Board (FSB).

Menurutnya, tidak hanya perekonomian negara maju saja yang mampu diselamatkan, namun juga perekonomian negara berkembang melalui komitmen bersama dalam G20 Leaders Summit tersebut.

 

Untuk itu, Menteri Keuangan menekankan agar para anggota G20 perlu mengingat kembali semangat yang sama saat terbentuknya G20 dan G20 Leaders Summit dahulu. Yakni untuk menyelamatkan dunia dan mencari solusi dari berbagai masalah yang mengancam perekonomian dunia, seperti krisis keuangan, pandemi, perubahan iklim, ketegangan geopolitik.
 

Menurut Menkeu, berbagai masalah dunia tersebut tidak akan mampu diatasi oleh hanya satu negara saja. G20 Leaders Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 merupakan forum premier penting dalam mencapai berbagai kesepakatan yang akan menjadi solusi masalah dunia.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 

(ABD)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.