Desember 6, 2022

Aceh: Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan penurunan stunting di ibu kota Provinsi Aceh menjadi lima persen pada akhir 2022. Angka saat ini sebesar 7,4 persen.
 
“Kami menargetkan angka stunting di Banda Aceh turun menjadi lima persen di akhir tahun 2022,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq di Banda Aceh, Jumat, 18 November 2022.
 
Bakri menyampaikan meski angka stunting lebih baik dari rata-rata nasional dan provinsi, ia tetap meminta semua pihak untuk tidak cepat puas.


“Jangan cepat berpuas diri meski angka stunting kita hari ini lebih baik dari nasional dan provinsi. Kita tetap harus kerja keras,” ujarnya.
 
Prevalensi stunting nasional berdasarkan data dari studi survei gizi Indonesia tercatat 24,4 persen. Sementara angka prevalensi stunting di Aceh mencapai 33,2 persen per 2021.
 
Bakri menuturkan dalam rangka percepatan penurunan stunting di Banda Aceh, terdapat dua komponen penting yang wajib berjalan beriringan, yakni komitmen pentahelix dalam bekerjasama dan bermitra, serta peran keluarga.
 
“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah stunting pada setiap fase kehidupan,” ucapnya.
 
Baca: Mataram Punya 18 Kampung KB untuk Menurunkan Angka Stunting
 
Dalam kesempatan ini, Bakri meminta kepada aparatur desa, bidan desa, dan petugas gizi Puskesmas untuk bersama-sama dengan kader melakukan penelusuran, penemuan bayi dan balita yang berpotensi stunting. Sehingga data yang dihasilkan berkualitas.
 
Selain itu, Bakri menginstruksikan kepada para camat untuk memfasilitasi dan mengkoordinasikan desa di bawahnya. Pastikan kegiatan untuk penurunan dan pencegahan stunting dapat dikelola dengan dana transfer desa melalui lima paket layanan pokok.
 
“Layanan tersebut yakni kesehatan ibu dan anak (KIA), konseling gizi terpadu, perlindungan sosial, sanitasi dan air bersih serta layanan pendidikan anak usia dini,” ujarnya.
 
Bakriberharap adanya partisipasi aktif masyarakat serta dinas terkait agar tidak berhenti melakukan sosialisasi, terutama bagi warga yang memiliki balita agar mereka rutin melakukan timbang berat badan anak.
 
“Masing-masing stakeholder dapat mengambil perannya untuk bekerjasama melakukan percepatan penurunan penyakit yang sering disebut gagal tumbuh itu,” ucap Bakri.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

(NUR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.