November 26, 2022

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Sun Life Indonesia menggelar edukasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan solusi perlindungan untuk menghadapi risiko kehidupan di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Elin Waty, menjelaskan kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun ini merupakan upaya mereka untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan tenaga pemasar.

“Dengan membekali mereka lewat edukasi perencanaan keuangan, paparan isu dan tantangan di dalam dunia keuangan dan kesehatan terkini, serta pengembangan diri guna menjadi tenaga pemasar yang kompeten dan tetap selaras dengan kode etik tenaga pemasar asuransi,” kata Elin, Senin (7/11/2022).

Menurutnya, tenaga pemasar merupakan garda terdepan dan trusted advisor yang memegang peranan penting untuk membantu nasabah dalam menjawab kebutuhan proteksi guna mencapai kemapanan finansial.

Hal Ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan agar terjadi peningkatan kesadaran di tengah masyarakat terkait risiko dan mengisi insurance protection gap dalam rangka membangun perekonomian yang lebih resilien dan antisipasi berbagai potensi risiko di masa yang akan datang.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi asuransi sendiri baru mencapai 19,4 persen dan indeks inklusi asuransi baru mencapai 13,15 persen.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi sebagai jaring pengaman dalam kehidupan.

Hal ini bisa dilihat dari data yang dirilis oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengenai peningkatan jumlah nasabah tertanggung secara nasional yang mencapai 18,1 persen atau lebih dari 11 juta jiwa selama Q1 2022.

“Melalui kehadiran tenaga pemasar yang berkualitas dan kompeten serta ketersediaan beragam produk asuransi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan kehidupan diharapkan dapat mendorong indeks inklusi asuransi di Indonesia,” beber Elin.

Terlebih, tenaga pemasar Sun Life di Indonesia juga telah tersebar tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga telah menjangkau hingga ke Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), yang selanjutnya dapat mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Sun Life Indonesia juga meyakini bahwa terlebih dari menjadi kunci dari perwujudan strategi bisnis jalur multi distribusi yang kami terapkan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis, tetapi tenaga pemasar juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya memiliki proteksi dan perencanaan keuangan untuk masa depan sedini mungkin,” papar Elin.

Pihaknya berharap melalui kesuksesan program ini, Sun Life Indonesia dapat menjadi mitra terpercaya bagi jutaan keluarga Indonesia untuk mencapai kemapanan finansial serta menjalani hidup yang lebih sehat.

“Karena hidup #AdaAja kejutannya, Sun Life #AdaAja asuransinya,” pungkas Elin.

Sun Life Warrior Conference 2022 turut dihadiri oleh seluruh tenaga pemasar konvensional dan Syariah yang berhasil mencetak prestasi di tahun ini dari seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Yogyakarta, hingga Makassar.

Mengangkat tema ‘Be Warrior, Be Winner’, seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan dari sosok-sosok ternama di bidangnya dan strategi pengembangan bisnis asuransi yang komprehensif untuk mengawali tahun 2023.

Hingga 30 September 2022, Sun Life Indonesia memiliki lebih dari 5.182 tenaga pemasar yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari 3.674 Tenaga Pemasar Konvensional dan 1.508 Tenaga Pemasar Syariah.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.