Desember 4, 2022

Jakarta: Skala Survei Indonesia (SSI) memaparkan elektabilitas partai politik yang akan bertarung di Pemilu 2024. Partai Gerindra memiliki elektabilitas tertinggi.
 
“Seandainya pemilu anggota legislatif (pileg) pada hari ini, posisinya saat ini Partai Gerindra ada di posisi pertama dengan elektabilitas 19 persen,” kata Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 18 November 2022.
 
Di posisi berikutnya ada PDI Perjuangan dengan elektabilitas 18,3 persen, Partai Golkar 8,9 persen, Demokrat 6,3 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,8 persen, dan NasDem 5,1 persen.


Lalu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2,3 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1,9 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 1,7 persen, Perindo 1,2 persen, Garuda 0,2 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,1 persen, Hanura 0,1 persen, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,1 persen.
 
“Sementara yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab atau rahasia sebanyak 29 persen,” kata Hakim.
 

Dari hasil survei tersebut, lanjut dia, terdapat enam partai politik yang telah melebihi aturan ambang batas parlemen 4 persen, sehingga dapat menempatkan perwakilannya di parlemen. Enam partai politik itu adalah Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, PKS, dan NasDem.
 
Hakim membandingkan hasil survei tersebut dengan hasil Pemilu 2019. Jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019, partai politik yang mendapatkan tambahan suara hanya Gerindra sebanyak 6,4 persen. Pada Pemilu 2019, Gerindra hanya meraih suara 12,6 persen.
 
Sementara itu, partai politik yang lain mengalami penurunan suara jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019. “Pengurangan suara terbanyak dialami oleh PKB yang mencapai 7,8 persen, yakni dari 9,7 persen suara pada Pemilu 2019 turun menjadi 1,9 persen pada survei kali ini,” ujar dia.
 
Survei dilakukan kepada 1.200 responden di 34 provinsi pada 6-12 November 2022. Metodelogi yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
 

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.