November 26, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Tidak adanya jatah pupuk bersubsidi memang menuntut pelaku sektor tambak ikan berpikir kreatif. Kreativitas itu sudah didapatkan para petambak Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan yang pelahan mencoba melepas ketergantungan pada pupuk bersubsidi, dan menggantinya dengan pupuk cair organik.

Pupuk cair organik yang dinamai Rojo Mino tersebut pantas disebut pupuk ajaib, karena setelah diaplikasikan pada tambak ternyata mampu mendorong produksi ikan yang melimpah. Dan ternyata formula pembuatan pupuk cair organik itu adalah buatan Gapoktan Rojo Mino sendiri.

Ke depannya, pihak gapoktan berencana mengembangkan pupuk baru ini dan diharapkan mampu menggantikan pupuk bersubsidi yang kini mulai sulit didapatkan oleh para petambak di Lamongan.

Ketua Gapoktan Rojo Mino, Padi (48) mengungkapkqn, pupuk cair Rojo Mino yang ia temukan bersama petambak lainnya itu memiliki kandungan bakteri yang baik dan memperbaiki kualitas air serta tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia.

“Sudah kita praktikkan, Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan dengan hasil produksi ikan melimpah, tidak kalah dengan pupuk kimia pabrikan,” kata Padi kepada wartawan, Selasa (8/11/2022).

Pupuk cair Rojomino, menurut Padi, selain bisa menjaga ekosistem di dalam air, juga menghasilkan plankton yang merupakan sumber makanan bagi ikan di tambak. Tidak hanya untuk ikan, pupuk ini juga sudah diaplikasikan pada tanaman dan hasilnya bisa tumbuh subur dengan baik.

Sejatinya petani di Deket, khususnya Desa Rejotengah sudah setahun ini mengunakan pupuk buatan sendiri. Dan dibutuhkan hampir 3 tahun lamanya untuk trial and error sebelum menemukan formula pupuk cair tersebut.

“Hasilnya, tanaman maupun ikan yang kita beri pupuk Rojo Mino hasilnya sangat baik, karena pupuk ini ada mikrobakteri baik. Ada unsur pengurai serta kaya akan nutrisi yang baik bagi ikan dan tumbuhan,” ungkapnya.

Meski diklaim dapat menyuburkan tanaman dan membuat ikan tumbuh lebih besar, namun pupuk ini masih banyak kekurangan dan perlu di sempurnakan lagi. Rencananya, pihaknya meminta Dinas Pertanian untuk menggandeng salah satu perguruan tinggi di Jatim untuk menguji lagi pupuk cair buatan Lamongan ini.

Sementara untuk aplikasi pupuk itu, untuk per 100 meter persegi tambak atau sawah, hanya membutuhkan satu botol pupuk cair atau 1,5 liter. “Kita jual satu botol ini hanya Rp 10.000. Dan dengan pupuk ini, tidak perlu lagi menggunakan pupuk kimia,” pungkasnya.

Sekkab Lamongan, M Nalikan didampingi Camat Deket, Arif Bachtiar mengapresiasi inovasi Gapoktan Rojo Minoyang sudah mampu membuat pupuk organik. Sehingga bisa menjadi solusi di tengah semakin berkurangnya pupuk bersubsidi.

“Alhamdulillah, hasil dari pupuk organik ini bagus. Mampu menjaga ekosistem alami air sehingga ikan cepat besar dan mengurangi penggunaan pupuk kimia, ” ujar Nalikan.

Menurut Kades Rejotengah, Mahmudi, Pupuk Rojo Mino juga sudah diujicoba pada tanaman padi dan hasilnya cukup bagus. Ke depan, pihaknya akan mencoba dibuat makanan ikan dengan memanfaatkan enceng gondok. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.