Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA – Pemilu 2024 memang masih dua tahun lagi. Namun demi menarget kenaikan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya telah melakukan sosialisasi sejak jauh hari. Sasarannya adalah Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3), di antaranya di Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo Surabaya.

Komisioner KPU Surabaya, Subairi memastikan peran penting DP3 dalam Pemilu yang akan digelar Rabu, 14 Februari 2024 tersebut. Di antaranya, mengajak masyarakat di kelurahan ini untuk menggunakan hak pilih.

“Tentunya para kader DP3 bisa menjadi agen, mengajak warga sekitar datang ke TPS, menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2024 nanti,” kata Subairi di Surabaya, Rabu (16/11/2022).

Kecamatan Sukolilo menjadi salah satu daerah dengan daftar pemilih tetap (DPT) cukup besar di Surabaya. Sehingga menurut Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Surabaya, sosialisasi harus dilakukan sejak jauh hari.

Tidak hanya berpartisipasi aktif, sosialisasi yang digelar Senin (15/11/2022) tersebut juga mengajak para kader DP3 untuk aktif melakukan pendidikan pemilih. Terutama, di Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo yang dipilih menjadi lokus dalam program nasional DP3.

Dalam waktu dekat, kader akan kembali dibekali dengan pengetahuan kepemiluan dan strategi peningkatan partisipasi masyarakat. Itu merupakan program lanjutan, yang pernah dilaksanakan di Kelurahan Semolowaru, bersamaan dengan launching DP3 pada Oktober 2021 lalu.

“Seluruh kader DP3 Kelurahan Semolowaru akan mendapat pelatihan dan pengetahuan tentang kepemiluan. Sehingga, mereka ada bekal ketika turun ke lapangan,” katanya.

Pelatihan tersebut menyangkut pengetahuan kepemiluan, rekruitmen badan adhoc, dan beberapa aspek lainnya. “Barangkali ada yang berminat jadi PPK dan PPS, kader DP3 juga kami berikan informasi terkait SIAKBA,” jelas Subairi.

Untuk diketahui, daftar pemilih tetap (DPT) di Surabaya menjadi yang tertinggi di Jawa Timur pada Pilkada 2020 lalu. Mencapai 2.096.161 pemilih, jumlah tersebut tersebar di 31 kecamatan di Surabaya.

Dari total tersebut, hanya 1.098.469 yang menggunakan hak pilihnya (52,4 persen). Sekalipun berada di bawah target partisipasi (60 persen), namun berada di atas partisipasi pemilu 2015 (52,17 persen). Di 2020, hanya dua kecamatan yang memenuhi target. Yakni, kecamatan Benowo (60,82 persen) dan Pakal (64,84 persen). *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.