Desember 4, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Keresahan warga Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, setelah menyebarnya desas-desus tindakan asusila pada Sukisno, kepala desa (kades) setempat, akhirnya mereda. Ini setelah pihak keluarga AI, perempuan yang diisukan menjadi korban dugaan tindakan asusila Sukisno, menyepakati perdamaian dengan sang kades, Jumat (11/11/2022).

Seperti diketahui, AI adalah salah satu anggota tim sukses Sukisno dalam pemilihan kepala desa (pilkades) tiga bulan silam. Dan kabar yang tidak dipertanggungjawabkan kemudian beredar, bahwa AI mendapat perlakuan tidak senonoh dari Sukisno di balai desa beberapa waktu lalu.

Dan ternyata, AI melalui pengacara yang mewakili keluarganya, Imam Jazuli memilih berdamai dalam pertemuan dengan pengacara kades, Ardian. Ujung pembicaraan itu menyepakati perdamaian karena baik keluarga AI maupun pihak kades kembali menegaskan bahwa tindakan asusila yang dituduhkan tidak benar dan tidak terbukti.

Pertemuan dua belah pihak dilakukan di Kantor Kecamatan Tikung disaksikan oleh Camat Tikung, Arifin; Kapolsek Tikung, AKP Bambang; Danramil Tikung, Kapten Riyanto; Sekretaris Desa, Ketua BPD, Suwarno dan perwakilan masyarakat Desa Bakalanpule.

“Kita berharap semua selesai hari ini. Karena sebenarnya itu (dugaan asusila) tidak terjadi dan (keluarga AI) tidak dirugikan,” kata pengacara IA, Imam Jazuli.

Kesepakatan di Kantor Kecamatan Tikung itu mengakhiri gejolak masyarakat dan membantah tuduhan kepada Sukisno. Juga membantah aksi demo di balai desa, Selasa (8/11/2022) lalu, di mana sekitar 80 orang warga menuntut kades mundur dari jabatannya yang baru 3 bulan karena asusila terhadap AI.

Dan faktanya, demo sudah telanjur dilancarkan ke balai desa itu tidak perlu terjadi, karena sebenarnya persoalan itu secara resmi sudah selesai. Pada 5 November 2022 atau tiga hari sebelum demo warga, kades dan AI sudah membuat pernyataan tertulis yang menyebutkan bahwa semua tuduhan itu adalah isu, dan keduanya sepakat tidak mempersoalkan lagi di kemudian hari.

Dan pekan lalu malah beberapa perwakilan warga sempat mendatangi balai desa untuk menanyakan kebenaran isu asusila tersebut. Saat itu Kades Sukisno membantah tegas semua tuduhan, dan ia menyatakan tidak berbuat seperti yang dituduhkan.

Bahkan merebaknya isu itu disinyalir dibuat pihak yang tidak menerima Sukisno memenangkan pilkades. Sehingga mencoba mengganggu tugas kades yang baru tiga bulan dilantik itu.

Sementara Camat Tikung, Arifin mengatakan, pihaknya sudah melibatkan berbagai unsur untuk penyelesaian masalah ini, termasuk koordinator aksi demo waktu itu meski tidak didapatkan komentarnya. “Koordinator aksi juga sudah saya undang, perwakilan masyarakat, kades dan keluarga yang IA juga diundang,” kata Arifin.

Dan untuk menegaskan perdamaian tertulis itu, semua undangan, saksi dan perwakilan AI dan kades membuat pernyataan bersama di atas materai Rp 10.000. Hanya, tidak disebutkan apa pernyataan Kades Sukisno dan AI , termasuk komentar koordinator aksi setelah perdamaian itu tercapai. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.